PT Semen Gresik meraih penghargaan Living Legend Brand 2017 sebagai bentuk apresiasi terhadap merek asli Indonesia yang melegenda.

Penghargaan Indonesia Living Legend Brands 2017 diberikan kepada perusahaan dengan merek asli Indonesia yang berusia minimal 50 tahun, mencetak laba (tidak dalam keadaan merugi), bisnis terus bertumbuh, prospektif, cakupan pasar luas, terus melakukan ekspansi, menjadi trend setter, punya dampak pada pengembangan industrinya, dan terus berinovasi.

Direktur Komersial Semen Gresik, Mukhamad Saifudin mengatakan bahwa penghargaan ini menunjukkan produk Semen Gresik sebagai merk asli Indonesia mampu terus bersaing di pasar persemenan yang semakin dinamis dan kompetitif.

“Saat ini Semen Gresik menguasai pangsa pasar nasional sebesar 23,4% dengan sebaran produk mulai di Jawa, Bali Nusra, Kalimantan, Maluku hingga Papua,” katanya.

Perusahaan memiliki sebaran jaringan retail mencapai 24 ribu, menjadikan Semen Gresik semakin kokoh dari tahun ke tahun dan mampu menjangkau berbagai pelosok negeri.

Daya saing yang dimiliki Semen Gresik selama 60 tahun, menurut Saifudin, tidak lepas dari strategi move closer to the customer.

Semen Gresik terus berupaya berbenah diri untuk mentransformasi pola dan kualitas hubungan pelanggan.

PT Semen Gresik telah meluncurkan beberapa digital platform untuk berbagai segmen pelanggan, seperti keluargakokoh.com untuk end user, starfiesta untuk pelanggan curah, jagobangunan.com untuk tukang bangunan, dan bisniskokoh.com untuk pelanggan toko bangunan.

Selain itu, beberapa waktu lalu PT Semen Gresik juga menghadirkan Semen Gresik Privileges yang merupakan layanan eksklusif berbasis digital bagi pelanggan produk curah Semen Gresik dan menyesuaikan dengan lifestyle pelanggan.

Semen Gresik telah menyabet penghargaan Indonesia Living Legend Brand sebanyak 5 (lima) kali, dengan tiga tahun terakhir yang diperoleh secara berturut-turut.

Di samping itu, Semen Gresik juga menunjukan kinerja penjualan domestik yang baik s.d Agustus 2017.

Volume penjualan Semen Gresik mampu tumbuh sebesar 9,5% dari tahun lalu, di saat kebutuhan nasional hanya tumbuh sebesar 5,7 persen.