SEMARANG – Raut wajah Tupar terlihat lelah. Sejak Senin (25/6/2018) subuh dia sudah keluar rumah. Berangkat dari Kulonprogo, Yogyakarta menuju Semarang. Namun, dia tetap senang karena bisa ikut Balik Lebaran Gratis bersama Semen Gresik.  Tupar bersama 499 penumpang lainnya diberangkatkan dari Semarang menuju Sampit dan Kumai dengan kapal laut.

Baru kali ini Tupar kembali ke perantauan di Kalimantan Tengah tanpa keluar biaya. Pria berusia 42 tahun ini merupakan salah satu peserta Balik Lebaran Gratis Semen Gresik. Tupar mengetahui ada program tersebut dari rekannya sejak tahun lalu. Tanpa pikir panjang, dia langsung mendaftarkan diri. Bersama istri dan anaknya.

Bagi warga Kulonprogo, Yogyakarta ini, program tersebut sangat bermanfaat. Dia bisa menghemat kurang lebih Rp 1 juta sebagai ongkos naik kapal. Dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang menuju Pelabuhan Kumai di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Biasanya, ongkos kapal dengan rute tersebut untuk satu penumpang sekitar Rp 400 ribu. Uang yang seharusnya dipakai membayar tiket kapal bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.

”Sangat senang sekali bisa balik lagi ke Kumai dengan gratis. Terima kasih Semen Gresik. Semoga tahun depan ada lagi dan saya pasti akan ikut,” ujarnya.

Tupar berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang pada Senin (23/6/218) pukul 23.59. Dia berangkat naik kapal penumpang Roro. Total ada 250 peserta Balik Lebaran Gratis yang naik kapal tersebut dengan tujuan Pelabuhan Kumai di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Sedangkan 250 peserta lainnya sudah berangkat terlebih dahulu.

Peserta tujuan Sampit, Kalimantan Tengah berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang pada Senin (23/6/2018) pukul 10.00. Mereka menggunakan kapal penumpang Leuser. Sehingga, total ada 500 peserta Balik Lebaran Gratis Semen Gresik. Kedua rute kapal tersebut menempuh perjalanan selama 28 – 30 jam. Sebelum berangkat, peserta diberi goodie bag yang isinya bermacam-macam. Diantaranya kaos, obat-obatan, snack dan makanan besar.

Seremonial pemberangkatan mereka digelar pada Senin (25/6/2018) pukul 08.00 di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin, General Manager PT Pelindo III (Persero) dan Kepala Cabang PT Pelni (Persero) area Semarang Lamson Omposunggu. Kegiatan tersebut bagian dari Program BUMN Hadir Untuk Negeri yang secara rutin digelar setiap tahun. Tujuannya untuk mendukung tradisi mudik dan balik lebaran masyarakat. Sehingga bisa mengurangi angka kecelakaan kendaraan bermotor di jalan raya.

“Kegiatan ini juga untuk meringankan beban masyarakat. Karena biaya transportasi adalah salah satu yang terbesar selain biaya untuk kebutuhan lain selama lebaran,” ungkap Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin.

Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin, General Manager PT Pelindo III (Persero) dan Kepala Cabang PT Pelni (Persero) area Semarang Lamson Omposunggu menyempatkan diri naik ke kapal penumpang Leuser. Mereka meninjau langsung kesiapan kapal dan ABK sebelum mengantarkan 250 peserta Balik Lebaran Gratis ke Sampit. Didampingi nahkoda dan kru kapal, mereka dijelaskan bagaimana teknis pengoperasian kapal. Langsung di ruang komando kapal.

Balik Lebaran Gratis Semen Gresik juga menjadi bagian dari Program Mudik Gratis PT Semen Indonesia Grup. Program tersebut memberangkatkan 4.500 orang. Terdiri dari 1.000 orang menggunakan bus dan 3.500 orang menggunakan kapal laut melalui beberapa titik pemberangkatan. Diantaranya di Sumatera, Sulawesi dan Jawa.

PT Semen Gresik juga bekerjasama dengan PT Pelni Cabang Semarang dan PT Pelindo III. Ketiganya perusahaan tersebut merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pelaksanaan Balik Lebaran Gratis ini sebagai wujud komitmen BUMN dalam menjalankan operasi perusahaan berlandaskan Triple Bottom Line. Yakni Profit, People dan Planet. Perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan. Tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Di akhir seremonial pemberangkatan tersebut, Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin mengingatkan lagi kepada para peserta akan pentingnya menggunakan produk dalam negeri. Tujuannya agar bisa menghadapi serbuan produk semen asing di Indonesia dan mendukung akselerasi pembangunan bangsa.

“Oleh karena itu, Bapak/Ibu sekalian kalau sedang jalan-jalan ke toko bangunan boleh dilihat semen-semen yang ada. Tapi, waktu mau pulang, belinya tetap Semen Gresik ya,” pungkasnya.