PT Semen Gresik Pabrik Rembang meraih hasil memuaskan terkait penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). BUMN semen nasional ini diganjar bendera emas atas komitmen dan upayanya menekan angka kecelakaan kerja dan sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Semen Gresik juga tercatat sudah menggunakan sertifikasi ISO 45001:2018. Di lingkup Semen Indonesia Grup, Semen Gresik merupakan yang pertama kali menerapkan standar teranyar yang dijadikan panduan internasional dalam penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja tersebut.

Audit SMK3 dilakukan tanggal 3-5 Desember 2018 oleh lembaga independen, PT Sucofindo. Dan hasilnya Semen Gresik meraih nilai 92,16 atau kategori memuaskan. Atas capaian itu, Semen Gresik berhak atas apresiasi berupa bendera emas.

“Sepanjang tahun ini tidak ada karyawan organik yang mengalami kecelakaan kerja, apalagi sampai meninggal dunia. Ini salah satu buah dari penerapan SMK3,” kata Kepala Seksi SMSG dan Manajemen Kinerja Perusahaan, Nurhadi.

Semen Gresik memang berkomitmen tinggi terkait penerapan SMK3. Langkah itu tak melulu karena “perintah” regulasi PP No 50 tahun 2012 saja, namun juga lantaran kebijakan internal BUMN semen nasional ini. Selain jumlah karyawan lebih dari 100 orang, aktivitas kerja di Semen Gresik juga tergolong memiliki resiko tinggi.

Komitmen itu salah satunya diwujudkan dengan penggunaan sertifikasi ISO 45001:2018. Di lingkup Semen Indonesia Grup, Semen Gresik merupakan yang pertama kali menerapkan sertifikasi teranyar pengganti OHSAS 18001:2007.

“ISO terbaru itu lebih komplit. Karena ada identifikasi resiko dan peluang, harapan dan kebutuhan pihak-pihak berkepentingan. Kalau sertifikasi yang lama hanya melihat identifikasi resiko saja,” jelas Nurhadi.

Trend angka kecelakaan kerja di lingkup PT Semen Gresik menunjukkan kecenderungan menurun tiap tahunnya.

SMK3 di lingkup Semen Gresik diterapkan pada Mei 2018. Dan hasilnya mampu menekan angka kecelakaan kerja secara signifikan. Sejak diterapkan hingga akhir tahun ini, tidak ada kecelakaan kerja yang dialami 185 karyawan Semen Gresik Pabrik Rembang. Secara otomatis juga tak ada karyawan yang mengalami luka ringan, berat atau bahkan meninggal dunia saat bekerja di lingkup BUMN semen nasional ini.

Nurhadi menambahkan ada sejumlah prioritas utama dalam pemenuhan kriteria SMK3. Mulai dari kedisiplinan karyawan memakai APD, pemenuhan sertifikasi kompetensi, pemenuhan riksa uji hingga identifikasi penilaian dampak kegiatan.

“Berbagai hal itu kita terapkan dalam 32 unit kerja yang ada di Semen Gresik Pabrik Rembang. Dan mereka juga melaksanakan SKM3 sehingga lingkungan kerja menjadi lebih aman, selamat, nyaman dan sehat,” tandas Nurhadi. (liz)