REMBANG – Sekitar 200 hektar lebih lahan bekas tambang PT Semen Gresik Pabrik Tuban disulap menjadi hutan produktif dan area kolaboratif pemberdayaan masyarakat sekitar. Buah progam reklamasi pascatambang ini tak hanya ramah lingkungan namun juga bermanfaat untuk warga sekitar BUMN semen nasional ini.

Hal ini disampaikan Manajer Reklamasi Tambang PT Semen Gresik Pabrik Tuban, Eko Purnomo saat kegiatan kunjungan 17 komunitas asal Kabupaten Rembang, ke PT Semen Gresik Pabrik Tuban, Jumat (28/12). Kegiatan bertajuk Pengenalan Industri Hijau dan Penanaman Pohon PT Semen Gresik Pabrik Tuban itu diikuti oleh puluhan anggota beragam komunitas dan juga elemen media asal Kota Garam.

Beberapa komunitas yang ikut dalam kegiatan itu yakni Green Enviroment Community (GEC); Forum Anak Desa Warunggunung; ISR; YVCI; Ikatan Mas Mbak Rembang (IMMR); IPNU; IPPNU; Forum UMKM; Aligator ; PMMR; United Indo Rembang; Serikat Mural Rembang; SNC; Sinarmulya; TRKC King; Jemari; YPPI Kabupaten Rembang.

Eko Purnomo mengatakan proses reklamasi area bekas tambang PT Semen Gresik Pabrik Tuban sudah dimulai sejak delapan tahun lalu. Dan hasilnya, saat ini lahan reklamasi itu sudah menjadi hutan produktif berisi 43 ribu pohon dari berbagai jenis. Mulai dari pohon jati, mahoni, trembesi, johar, kayu putih, kelengkeng, mangga hingga sukun. Di sela-sela pepohonan itu, ditanami palawija, lombok, kacang, jagung dan lain sebagainya yang dikelola oleh warga sekitar pabrik. Warga memanfaatkan lahan itu secara gratis. Dan keuntungan dari pengelolaan lahan milik Semen Gresik itu sepenuhnya untuk para petani tersebut.

“Dulu berdasar rona awal, kawasan ini tidak ada hutan tapi sekarang justru kita hutankan. Jadi selain bermanfaat untuk lingkungan juga masyarakat sekitar,” kata Eko Purnomo, Jumat (28/12/2018).

Konsep reklamasi area bekas tambang yang dikerjakan Eko Purnomo dan timnya di Semen Gresik Pabrik Tuban baru saja mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Yakni berupa Penghargaan Aditama (Gold) Pengelolaan Lingkungan Pertambangan ESDM tahun 2018.

Saat kegiatan kemarin, puluhan anggota komunitas dan perwakilan media tak hanya mendapat paparan dari Eko Purnomo. Mereka juga diajak keliling ke area reklamasi yang digarap Eko dan tim dari Seksi Pengelolaan Pascatambang PT Semen Gresik Pabrik Tuban. Mulai dari area Taman Arboretum Kebun Daun, hutan produksi, lahan pertanian, embung dan lain sebagainya.

Menurut Eko, prinsip pengelolaan area bekas tambang perusahaannya mengedepankan konsep ramah lingkungan untuk kepentingan masa depan. Dan hasilnya, lahan yang semula gersang menjadi hijau. Pihaknya juga membuat sabuk hijau seluas 50 meter yang mengelilingi seluruh area tambang. Sabuk hijau itu berfungsi untuk meredam debu maupun kebisingan yang muncul seiring aktivitas penambangan.

“Aktivitas yang kita lakukan juga tidak merusak air bawah tanah. Sumur pantau kita dipantau tiap 3 bulan dan hasilnya ABT tidak terganggu. Bahkan kita malah menambah cadangan air bawah tanah. Indeks kekayaan hayati di sekitar lokasi pabrik juga kian meningkat seiring aktivitas yang kita lakukan,” jelas Eko Purnomo.

Embung di kawasan Semen Gresik Pabrik Tuban mampu menampung hingga 6 juta kubik air. Padahal untuk kebutuhan cooling water Semen Gresik Pabrik Tuban hanya membutuhkan 1,2 juta kubik air.

Sisa air embung itu yang digunakan untuk beragam kepentingan. Mulai dari keramba untuk budidaya perikanan ikan tawar yang dikelola warga hingga dimanfaatkan mengaliri areal pertanian petani setempat.

Kini, lahan pertanian yang dikelola petani sekitar Semen Gresik Pabrik Tuban bahkan bisa panen hingga tiga kali dalam setahun. Padahal sebelumnya hanya mampu panen sekali dalam setahun karena sifatnya tadah hujan.

“Hasil pertanian juga melonjak drastis. Dulu per hektar 6 ton sekarang bisa sampai 12 ton tiap hektarnya,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata Eko kawasan Arboretum Bukit Daun dan hutan produktif kini menjadi destinasi wisata baru di Tuban. Berbagai kalangan terlebih pelajar usia dini menjadikan kawasan bekas tambang itu sebagai wahana edukasi pendidikan.

“Intinya kita ingin perusahaan ini bermanfaat untuk berbagai elemen masyarakat,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, berbagai elemen asal Rembang juga disasar wawasan konsep pengelolaan CSR ala Semen Gresik Pabrik Tuban. Saat ini, sudah ada 26 desa di wilayah Tuban yang digarap dana tanggung jawab sosial perusahaan tersebut. Bidang yang disentuh beragam mulai dari pertanian, peternakan, UMKM dan lain sebagainya.

“Kita berikan sentuhan teknologi dalam progam CSR tersebut. Semisal dulu bonggol jagung panenan petani itu belum dimanfaatkan dengan maksimal. Lalu kita ajari mereka mengolah bonggol jagung itu menjadi konsentrat. Konsentrat ini digunakan untuk pakan domba warga,” jelas pengelola CSR PT Semen Gresik Pabrik Tuban, Bedah.

Konsep pengelolaan area bekas tambang dan CSR di Pabrik Tuban ini diapresiasi beragam komunitas asal Rembang.

Pegiat IMMR Rembang, Bella Paramitha mengatakan takjub dengan konsep yang diusung Semen Gresik. Sebab ternyata aktivitas penambangan dan reklamasi yang dilakukan tak seperti informasi yang beredar di masyarakat. Selain ramah lingkungan ternyata aktivitas penambangan dan pengelolaan area bekas tambang itu juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

“Bayangan kita tambang semen itu membuat alam jadi gersang dan kering kerontang. Tapi ternyata justru malah ramah lingkungan. Bahkan banyak lahan milik Semen Gresik yang dapat diolah dan dimanfaatkan secara cuma-cuma oleh warga,” jelas Duta Wisata Rembang tahun 2018 ini.

Pegiat Info Seputar Rembang, Bahtiar Winarno juga memberi apresiasi atas upaya yang dilakukan Semen Gresik Pabrik Tuban. Pihaknya berharap konsep dan kegiatan serupa juga bisa diterapkan di lingkup Semen Gresik Pabrik Rembang.

“Positif sekali kalau bisa seperti itu. Dan semoga yang mendapat manfaat tidak hanya warga kawasan ring 1 saja. Tapi juga warga desa lain yang ada di Rembang. Seperti wilayah saya Dukuh Pejaten Desa Pasedan Kecamatan Bulu yang jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dari pabrik Rembang,” harapnya.

Kepala Seksi Humas Semen Gresik Pabrik Rembang Sugianto memastikan konsep penambangan dan aktivitas pascatambang di Tuban juga diterapkan di Rembang. Oleh karena itu, warga Rembang tak perlu khawatir karena aktivitas Semen Gresik Pabrik Rembang juga ramah lingkungan dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Tuban adalah the future Rembang. Jadi apa yang dikerjakan di Tuban juga diterapkan di Rembang,” tandasnya.