REMBANG – PT Semen Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal yang ada di Tanah Air. Salah satu wujudnya lewat Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Mbangun Taman Maerokoco” yang digelar di Lapangan Parkir Timur Semen Gresik Pabrik Rembang, Kamis (17/1) malam hingga Jumat (18/1) dini hari.
Pagelaran wayang kulit yang menghadirkan duo dalang, Ki Seno Nugroho (Yogyakarta) dan Ki Dalang Gondrong Al Frustasi Puji Darsono (Lasem) serta dua pelawak Jo Klitik dan Jo Klutuk ini digelar untuk menyemarakkan HUT ke-5 Semen Gresik Pabrik Rembang. Hadir dalam kegiatan ini, Dirut PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin dan jajarannya, Komisaris Semen Gresik Widodo Santoso, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, Sekda Rembang Subakti dan Forkompinda, camat, kepala desa serta berbagai elemen lainnya.
Sebelum pagelaran wayang dimulai, Komisaris PT Semen Gresik menyerahkan wayang Janoko kepada Ki Seno Nugroho. Sedang Wabup Rembang menyerahkan wayang Bolodewo kepada Ki Dalang Gondrong Al Frustasi Puji Darsono.
Dirut PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin mengatakan komitmen melestarikan budaya dan kearifan lokal lewat pagelaran wayang kulit sudah berulangkali digelar. Dan cerita tiap lakon yang diangkat saling berhubungan dengan lakon sebelumnya. Selain itu, tiap lakon juga memuat filosofi dan pesan sesuai dengan kondisi Semen Gresik Pabrik Rembang.
Pertama kali digelar, lakon yang diangkat Babad Alas Indraprasta (Wonomerto) yang sesuai dengan proses pembangunan Pabrik Rembang yang berada di tengah hutan.
Setelah itu, lakon yang diangkat Sesaji Rojo Soyo (penobatan Yudhistira sebagai Raja Indraprasta). Lakon itu sesuai dengan kondisi Semen Gresik Pabrik Rembang yang siap beroperasi seiring rampungnya proses pembangunan selama beberapa tahun.
Kali ini seiring HUT ke-5, lakon yang diangkat “Mbangun Taman Maerokoco”. Lakon ini menyisipkan pesan komitmen Semen Gresik untuk berkontribusi positif demi kemaslahatan masyarakat, pemerintah hingga negara.
Kontribusi positif itu, kata Mukhamad Saifudin diwujudkan dalam beragam bidang. Mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, pemberdayaan desa dan masyarakat, sarana air bersih hingga tempat ibadah.
“Saya mengapresiasi dukungan berbagai elemen, kegiatan ini bagian dari upaya menjalin silaturahmi dan hubungan yang lebih harmonis. Komitmen kita kehadiran Semen Gresik harus bermanfaat dan ikut mensejahterakan masyarakat,” kata Mukhamad Saifudin.
Kehadiran sinden Agnes Serfozo asal Hungaria menambah gayeng pagelaran wayang kulit ini. Meski berasal dari mancanegara, namun logat Jawa sinden yang akrab disapa Aggy ini sangat fasih sehingga memukau penonton.
Lewat pagelaran wayang kulit ini, kata Mukhamad Saifudin, Semen Gresik mengajak berbagai elemen masyarakat agar lebih peduli nguri-nguri budaya Jawa. Hal ini penting terlebih di tengah arus globalisasi yang salah satu imbasnya terpinggirkannya kearifan lokal yang sarat dengan nilai-nilai filosofis nan luhur.
“Kita juga bisa belajar suri teladan dari lakon-lakon yang dimainkan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto mengapresiasi berbagai kontribusi positif yang dilakukan Semen Gresik. Baik bagi masyarakat, pemerintah daerah hingga negara. Berbagai upaya itu juga sudah dirasakan manfaatnya. Mulai dari urusan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat hingga ikut berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Rembang.
“Berkat sinergi dengan berbagai pihak, penurunan kemiskinan kita tertinggi se Jawa Tengah. Komitmen Semen Gresik ikut membangun Rembang sudah terbukti,” ucap Bayu Andriyanto.
Berbagai kekhawatiran terkait dampak negatif terhadap lingkungan seiring kehadiran Semen Gresik, menurut Bayu Andriyanto juga tak terbukti. Pihaknya juga sudah melihat secara langsung konsep pengelolaan lingkungan yang diterapkan perusahaan persemenan terkemuka ini. Dan hasilnya, ternyata ekosistem di kawasan sekitar pabrik tetap terjaga, hijau dan lestari.
“Greenbelt Semen Gresik ini terbaik di Indonesia. Saya ingin ini terus dijaga sehingga kian menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” harapnya.
Kehadiran Semen Gresik juga turut mengerek iklim investasi di Rembang. Saat ini, Rembang kian diminati investor yang bergerak di berbagai bidang.
Bayu berharap geliat investasi ini berimbas positif menurunkan angka pengangguran dan sekaligus kemiskinan di Rembang. Pihaknya juga siap menjadikan Rembang sebagai kawasan industri di wilayah timur Jawa Tengah.
“Sinergi positif ini akan terus kita jalin. Harapannya tentu saja Rembang terus bangkit menuju masyarakat madani,” tandasnya. (liez)