Rembang – PT Semen Gresik berkomitmen berkontribusi positif dalam peningkatan SDM yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri di Kabupaten Rembang. Upaya ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap progam link and match yang digulirkan Kementerian Perindustrian RI.

Terkait progam ini, Semen Gresik melakukan pertemuan dengan pimpinan enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Rembang. Yakni Sukristiyo dan Istar (SMKN 2 Lasem); Tejo Wijayanto dan Aly Muhtarom (SMK Annuriyah); Ahmad Yasin (SMK Muhammadiyah Lasem); M Sholakhuddin (SMK Taruna); Ari Sindu P dan Agus Aryanto (SMKN 1 Sumber). Sedang dari pihak Semen Gresik diwakili Kepala Unit Komunikasi dan CSR Kuswandi; Kepala Unit SDM dan Sarana Umum Amin Budi Hartanto dan Junior Learning Officer Unit SDM dan Sarana Umum Dinny Rachma Putri.

Pertemuan yang digelar di lantai II Gedung Tanah Liat Semen Gresik Pabrik Rembang ini untuk memetakan jurusan di enam SMK itu yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan persemenan terkemuka ini. Ujung dari proses ini diharapkan meningkatkan ketrampilan dan juga kompetensi anak didik SMK tersebut.

“Semen Gresik mendukung progam link and match. Makanya ini kita petakan dulu kurikulum dan kompetensi yang diajarkan di SMK itu sudah sesuai atau belum dengan kebutuhan industri,” kata Kepala Unit SDM dan Sarana Umum Amin Budi Hartanto, Selasa (19/2/2019).

Menurut Amin Budi, proses pemetaan ini akan berjalan beberapa kali. Setelah pertemuan perdana ini, Semen Gresik akan kembali mengundang secara khusus perwakilan enam SMK tersebut untuk pemetaan lanjutan. Ada beberapa bidang di lingkup Semen Gresik yang bisa dimaksimalkan untuk mendukung progam link and match tersebut. Seperti tehnik mesin, listrik dan tehnik elektronika.

“Kalau semisal saja jurusan di SMK itu otomotif atau pertukangan maka kemungkinan besar malah tidak sesuai dengan kebutuhan Semen Gresik. Makanya kita undang lagi satu per satu agar hasil pemetaan mendalam dan tepat sasaran,” jelasnya.

Jika proses pemetaan kelar, maka akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Semen Gresik dengan pihak SMK. Setelah itu dilanjutkan dengan kerja praktek anak didik SMK tersebut di lingkup Semen Gresik Pabrik Rembang.

“Untuk kloter pertama kerja pratek itu akan diikuti 25 – 30 anak SMK,” jelasnya.

Kerja praktek ini, kata Amin Budi akan memberi nilai tambah dan bermanfaat bagi siswa SMK. Mereka mendapat ilmu secara langsung dan riil dari dunia industri. Selain itu, jika lolos ujian mereka juga dapat mengantongi sertifikat industri dari Semen Gresik. SMK yang bersangkutan juga mendapat manfaat positif seiring pratek kerja ini. Sebab nama sekolah juga bisa terangkat jika ternyata kurikulum dan kompetensi yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan industri.

“Jadi manfaatnya dobel. Selain praktek kerja, Semen Gresik juga ada progam bantuan CSR untuk SMK,” ucap Amin Budi.

Perwakilan SMKN 2 Lasem, Sukristiyo mengapresiasi upaya pro aktif dari Semen Gresik. Sebab kualitas SDM anak didiknya akan meningkat seiring kerja pratek di lingkup perusahaan semen terkemuka ini.

“Seharusnya pihak SMK yang datang ke kalangan industri. Tapi ini malah industri yang mengundang kami. Makanya saya sangat mengapresiasi upaya Semen Gresik ini,” tandas Sukristiyo. (liez).