Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Ficer pemberdayaan BUMDes (bagian terakhir)

Djoglo Coffe yang dikelola BUMDes Mumpuni Desa Tegaldowo hanya salah satu potret progam pemberdayaan BUMDes yang dilakukan perusahaan semen terkemuka ini. selain Tegaldowo, progam pemberdayaan juga diterapkan di Desa Kadiwono, Pasucen, Kajar Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang serta Desa Ngampel Kecamatan Blora Kabupaten Blora.

Progam pemberdayaan BUMDes yang dijalankan Semen Gresik berjalan sejak 2017. Kegiatan yang dilakukan beragam. Mulai dari training pendampingan BUMDes, pelatihan café untuk BUMDes, koordinasi tindak lanjut pembentukan BUMDes, sosialisasi CSR, rakor BUMDes dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades), Musyawarah Besar Forum masyarakat Madani (FMM) dan study banding BUMDes hingga bantuan modal usaha BUMDes. Total anggaran yang dikucurkan untuk berbagai kegiatan ini mencapai Rp569 juta.

“Progam pemberdayaan BUMDes ini selalu kami koordinasikan dengan pemkab setempat. Kegiatan study banding kita ajak pengelola BUMDes ke Magelang dan Cibodas, Jawa Barat. Karena disana sudah lebih maju jadi kita bisa belajar dari mereka,” kata Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik Kuswandi.

Sebelum Semen Gresik resmi beroperasi, progam yang bersentuhan dengan masyarakat maupun desa sekitar perusahaan digarap oleh holding, yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Total dana yang dikucurkan mencapai miliaran rupiah. Progam yang dilakukan beragam mulai dari sektor pendidikan, kesehatan hingga berbagai infrastruktur. Termasuk infrastruktur untuk mengatasi persoalan krisis air bersih. Saat ini, infrastruktur terkait air bersih itu menjadi salah satu aset yang digarap BUMDes.

Kuswandi mengatakan selain BUMDes, Semen Gresik juga memfasilitasi pembentukan PT BUMDes di desa-desa sekitar perusahaan. PT BUMDes ini digadang-gadang menjadi unit usaha yang menggarap berbagai kerjasama, baik dengan Semen Gresik maupun jajaran lainnya.

Progam itu juga diperkuat dengan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus BUMDes Untuk Desa Sekitar PT Semen Gresik Pabrik Rembang yang digelar selama 14 – 15 Februari 2019. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung CCR Semen Gresik Pabrik Rembang diikuti oleh kepala desa, pengurus BUMDes, Direktur dan Komisaris PT BUMDes dari Desa Kajar, Tegaldowo, Pasucen, Kadiwono Kabupaten Rembang dan Desa Ngampel Kabupaten Blora. Kegiatan ini menghadirkan instruktur Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa Progam Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes Retno Heru Mulyani.

Kuswandi berharap usai pelatihan ini, PT BuMDes yang ada di sekitar lokasi perusahaan itu sudah siap beroperasi dan bekerjasama dengan Semen Gresik. Ada banyak sektor yang bisa digarap, mulai dari transportasi, tenaga perawatan taman, katering, ATK hingga pekerjaan konstruksi skala kecil.

“Total anggaran yang kita siapkan untuk progam kerjasama dengan PT BUMDes sejumlah desa ini pada tahun 2019 mencapai Rp4 miliar,” jelasnya.

Selain kerjasama dengan Semen Gresik, PT BUMDes juga bisa menggarap sektor tertentu dengan lembaga lain. Mulai dari pengelolaan air bersih, suplai alat-alat pertanian, kafe, kuliner atau sektor lain berbasis potensi dan kearifan lokal setempat. Untuk jangka panjang, BUMDes yang sudah dilatih ini bisa menjadi percontohan desa-desa lain baik di Kabupaten Rembang, Blora atau daerah lainnya. Kuswandi berharap upaya yang dilakukan jajarannya mampu menggenjot potensi dan daya saing berbasis kearifan lokal yang ujungnya berkontribusi positif mendongkrak perekonomian dan aspek-aspek lainnya di desa-desa tersebut.

“Kita harapkan BUMDes yang sudah dilatih ini bisa menjadi percontohan desa-desa lain baik di Kabupaten Rembang, Blora atau daerah lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa Progam Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes Retno Heru Mulyani mengatakan pemberdayaan BUMDes termasuk empat prioritas yang digarap jajaran Kementrian Desa. BUMDes diharapkan menjadi sarana untuk memaksimalkan potensi desa, menumbuhkan partisipasi masyarakat, menebalkan semangat gotong royong, membuka lapangan kerja dan hal positif lainnya. Ujung proses ini akan menjadikan desa lebih mandiri dan berdikari.

“Manfaatnya banyak makanya kita mengapresiasi pihak-pihak yang concern dalam pemberdayaan BUMDes,” tutur Retno.

Saat ini, kata Retno pemerintah gencar dengan Progam Inovasi Desa (PID). BUMDes juga bisa berinisiatif dan mengambil peran strategis agar progam tersebut berjalan dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Kalau BUMDes jalan manfaatnya beragam. Masyarakat lebih berdaya, ada lapangan kerja baru, menggerakkan perekonomian dan lain sebagainya. Maka harus kita dukung bersama,” tandas Retno. (liez)