REMBANG – PT Semen Gresik mendukung progam pendidikan vokasi industri, khususnya yang ada di Kabupaten Rembang. Perusahaan persemenan terkemuka ini mengucurkan anggaran ratusan juta untuk enam sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di Kota Garam.

Komitmen itu diwujudkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman antara Semen Gresik dengan enam kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Rembang saat kegiatan Peluncuran Progam pendidikan Vokasi Industri Dalam Rangka Membangun Link and Match Industri dengan SMK se-Jateng dan DIY yang digelar Kamis (28/2). Penandatangan MoU yang digelar di PT Delta Dunia Sandang Tekstil (Duniatex) Demak ini disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto; Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad; Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan berbagai pihak terkait lainnya.

“Semen Gresik mendukung program link and match yang merupakan prioritas jajaran Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kita berkomitmen berkontribusi positif dalam peningkatan SDM yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya di Kabupaten Rembang,” kata Kepala Departemen Komunikasi dan Legal PT Semen Gresik, Gatot Mardiana, Kamis (28/2/2019).

Enam SMK yang digandeng Semen Gresik yakni SMK N 1 Gunem, SMK N 1 Sumber, SMK N 2 Rembang, SMK Taruna Bulu, SMK Muhammadiyah Lasem dan SMK Annuroniyah Sulang.

Selain penandatanganan MoU, juga ada penyerahan hibah bantuan dari Semen Gresik berupa mesin dan peralatan penunjang praktek kejuruan senilai ratusan juta untuk enam SMK tersebut.

Beberapa diantaranya seperti bantuan Two Post 11 ft RB – 240 W Baseframe untuk SMK N 1 Gunem; mesin potong Hackshaw Machine 14-16IN Krisbow KW 15000005 untuk SMK N 2 Rembang dan Tekiro 105 Pcs 3 Drawer Tool Trolley Set untuk SMK Taruna Bulu dan lain sebagainya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan sejak diluncurkan tahun 2017, progam pendidikan vokasi ini telah menjangkau wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi. Tahun 2019, pihaknya mentargetkan ada 2.685 SMK yang menjalin kerjasama dengan kalangan industri.

“Kemenperin akan terus memfasilitasi kerjasama antara industri dengan SMK. Link and match ini merupakan salah satu progam yang diwujudkan secara konkret oleh Kemenperin untuk menyediakan 1 juta tenaga kerja tersertifikasi pada tahun ini,” jelasnya.

Airlangga Hartanto meyakini ketersediaan SDM kompeten akan mendongkrak daya saing industri nasional, terlebih saat era industri 4.0 seperti sekarang ini. Ujung proses itu diharapkan dapat memacu sektor industri Indonesia di kancah global.

Kemenperin, kata Airlangga akan memberikan insentif bagi perusahaan yang berperan aktif dalam pengembangan pendidikan vokasi. Saat ini pemerintah sedang menyiapkan skema insentif fiskal super deductible tax berupa pengurangan penghasilan bruto sebesar 200 persen dari biaya yang dikeluarkan perusahaan.

“Ditargetkan PP dan PMK sebagai peraturan pelaksanaan insentif tersebut dapat terbit pada Maret 2019. Selain insentif fiskal, kami juga menyediakan insentif nonfiskal berupa penyediaan tenaga kerja kompeten melalui Diklat Sistem 3 in 1 dan Progam Diploma I Industri bagi perusahaan yang terlibat dalam pendidikan vokasi industri,” tandas Airlangga Hartanto. (liez)