Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Rembang – PT Semen Gresik mendukung penuh upaya pemberdayaan perempuan dan anak-anak di Kabupaten Rembang. Griya Pamulangan adalah salah satu bentuk nyata yang dilakukan oleh perusahaan persemenan terkemuka ini. Selain untuk menekan angka pernikahan dini, upaya ini juga sekaligus bermanfaat meningkatkan kualitas SDM perempuan dan anak-anak di Kota Garam.

Sebagaimana diberitakan, Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang memiliki seorang perempuan bernama Suharti (50). Ia aktif melakukan upaya pemberdayaan perempuan dan anak-anak di desanya setelah dirangkul oleh Yayasan PLAN International Indonesia. Namun progam dari NGO yang sudah dimulai sejak 2005 itu berakhir tahun 2015.

Meski progam Yayasan PLAN rampung, tak lantas membuat Suharti “pensiun” dari aktivitas sosial yang digelutinya. Ia menyalurkan aksi pemberdayaannya melalui Griya Pamulangan. Lewat wadah ini, puluhan anak diberdayakan melalui berbagai aktivitas mulai dari seni tari, melukis, bimbingan belajar (bimbel), hadroh, mengaji, olahraga, hingga digugah agar berani menyampaikan aspirasinya.

Anak-anak yang beraktivitas di Griya Pamulangan bahkan tak hanya berasal dari Tegaldowo saja, namun juga desa sekitarnya. Seperti Desa Gunem, Timbrangan, Kajar, Pasucen, Suntri, Dowan, hingga Trembes. Suharti juga aktif dalam gerakan literasi di desanya. Salah satunya melalui Perpustakaan Desa Tegaldowo yang disokong oleh PT Semen Gresik. Peresmian perpustakaan desa ini dihadiri oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

“Progam dari Semen Gresik juga sama-sama bermanfaat untuk meningkatkan SDM perempuan dan anak-anak di Desa Tegaldowo. Termasuk juga ikut berperan menekan kasus nikah dini,” kata Suharti.

Progam dan kegiatan yang dilaksanakan Semen Gresik beragam. Total anggaran yang dikucurkan perusahaan semen terkemuka ini untuk berbagai progam tersebut mencapai miliaran rupiah.

Salah seorang anak Tegaldowo korban pernikahan dini adalah Musri. Remaja ini dinikahkan orang tuanya usai ia mengikuti ujian SMP yang diikutinya beberapa tahun lalu. Namun perkawinannya hanya bertahan selama lima bulam. Setelah itu, Musri cerai dengan suaminya yang juga sama-sama masih berusia belia.

Suharti sangat dipercaya oleh Musri. Ia menjadi tempat curhat remaja tanggung ini. Bahkan, saat Musri diminta menceritakan pengalamannya ihwal praktek pernikahan dini di Tegaldowo oleh berbagai lembaga, ia selalu minta didampingi oleh Suharti. Misalnya saat diwawancarai salah satu televisi nasional, diundang Universitas Indonesia (UI) atau Mahkamah Konstitusi (MK).

“Wawasan saya terbuka berkat bimbingan Bu Har (Suharti). Saya juga tergerak melanjutkan pendidikan di SMK N 1 di Tegaldowo. Sebentar lagi saya akan menikah dengan lelaki pilihan saya. Kalau sekarang saya benar-benar siap karena usia memang sudah matang,” tutur Musri.

Salah seorang pemuda Tegaldowo, Supriyanto (23), juga mengapresiasi peran besar Suharti. Upet -panggilan akrab Supriyanto- mengaku kini lebih percaya diri karena upaya pemberdayaan anak-anak yang dilakukan Suharti.

“Dulu saya itu pemalu. Tapi setelah ikut kegiatan Bu Har saya jadi berani. Saya juga jadi faham soal dampak pernikahan dini dari beliau,” jelasnya.

Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik Kuswandi mengatakan pihaknya berkomitmen terus melakukan upaya pemberdayaan perempuan maupun anak-anak, khususnya sekitar lokasi perusahaan. Salah satu upayanya dengan menghidupkan kembali beragam aktivitas ramah anak di Griya Pamulangan. Kuswandi berharap Griya Pamulangan itu menjadi wadah untuk pengembangan wawasan, ketrampilan dan bakat anak-anak desa. Termasuk juga menjadi sarana untuk benar-benar mengikis praktek pernikahan dini yang meskipun sudah berkurang namun masih ada di kawasan Rembang selatan.

“Kita akan gandeng lagi tokoh-tokoh lokal yang memang concern dalam pemberdayaan perempuan dan anak. Griya Pamulangan ini juga untuk mengapresiasi kiprah mereka. Tahun ini kami targetkan akan lebih banyak aktivitas yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan kolaborasi Semen Gresik dengan Griya Pamulangan,” tandas Kuswandi. (liez)