Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Rembang – PT Semen Gresik mengucurkan anggaran Rp1,5 miliar untuk program Forum Masyarakat Madani (FMM) tahun ini. Dana miliaran rupiah itu untuk pemberdayaan masyarakat desa sekitar perusahaan persemenan terkemuka ini, baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora.

Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik Kuswandi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi positif demi kemajuan daerah dan masyarakat. Salah satu caranya melalui progam FMM yang sudah dimulai setahun lalu. Ke depan, progam FMM lebih diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat desa dan tidak hanya sekedar pembangunan sarana prasarana fisik semata.

“Harapannya bisa meningkatkan kualitas SDM dan sekaligus perekonomian masyarakat sekitar perusahaan. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat,” kata Kuswandi saat Rapat Koordinasi Progam Pemberdayaan FMM yang digelar di Warung Ndeso, Rembang, akhir pekan lalu.

Rakor yang dipandu perwakilan bagian CSR PT Semen Gresik, Muhson ini dihadiri oleh Forkompimcam Gunem dan Bulu serta kepala desa yang lokasinya berada di sekitar perusahaan. Progam FMM menyasar lima desa. Rinciannya, Desa Kajar, Kadiwono, Tegaldowo, Pasucen (Kabupaten Rembang) dan Desa Ngampel Kecamatan Blora Kabupaten Blora. Masing-masing desa dijatah anggaran Rp250 juta. Namun khusus Desa Tegaldowo digelontor anggaran Rp500 juta karena wilayahnya lebih luas dan jumlah penduduknya tiga kali lipat lebih banyak dibanding empat desa lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kuswandi menegaskan pentingnya membangun budaya transparansi dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban dana FMM. Pihaknya berharap pihak pemerintahan desa maupun pengelola bisa melakukan perencanaan dan sekaligus melaksanakan progam ini sesuai jadwal yang ditentukan.

“Ini penting agar progam FMM ini bisa terus berjalan dan memberikan kemanfaatan. Semen Gresik juga ada Komite Audit yang bertugas menilai apakah progam dan anggaran FMM sudah dilaksanakan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Selain FMM, Semen Gresik juga memiliki program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) untuk warga kurang mampu di desa sekitar perusahaan. Tiap desa dijatah dua unit pembangunan RTLH. Agar tepat sasaran, proses survey dan verifikasi penerima bantuan ini melibatkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Rembang dan Blora.

“Progam kita bisa juga menyasar desa-desa lainnya. Catatannya kegiatan harus berupa pemberdayaan dan ada efek domino yang positif untuk masyarakat pasti dibantu,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Gunem Sulkan mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik. Jajarannya juga siap memfasilitasi peningkatan kualitas SDM di desa penerima progam FMM. Ia mencontohkan tim dari kecamatan siap membantu pemerintahan desa yang kesulitan dalam pembuatan RAB progam dari perusahaan persemenan terkemuka ini.

“Kami mengapresiasi dan berharap semoga FMM ini bisa diperluas. Tujuannya agar lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaat kehadiran Semen Gresik,” tandas Sulkan. (liez)