Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Smile.semenindonesia.com (Rembang) – PT Semen Gresik menyusun progam kesehatan agar karyawan perusahaan persemenan terkemuka ini aman dari “serangan” disiplidemia. Upaya ini merupakan bentuk kepedulian dan sekaligus tanggung jawab agar karyawan yang merupakan aset penting Semen Gresik bisa tetap sehat dan bugar dalam beragam aktivitas harian.

Disiplidemia adalah suatu kondisi medis dimana terjadi perubahan kadar lipid darah sehingga menjadi tidak normal. Kondisi disiplidemia bisa berupa tingginya kadar trigliserida dan kolesterol LDL di dalam arteri atau juga bisa berupa rendahnya kadar kolesterol HDL di dalam arteri. Jika tidak diatasi, disiplidemia bisa memicu berbagai masalah kesehatan mulai dari jantung koroner, stroke, bahkan hingga meninggal dunia.

Terkait hal itu, baru-baru ini digelar Seminar Kesehatan Kupas Tuntas Dislipidemia di Gedung CCR PT Semen Gresik Pabrik Rembang. Kegiatan yang menghadirkan narasumber dr Luluch Mulyani dari RS Bina Bhakti Husada Rembang ini diikuti karyawan organik maupun anak usaha Semen Gresik.

“Semoga dengan kegiatan ini karyawan lebih aware dengan kesehatannya. Karena jika tetap sehat maka mereka bisa melakukan banyak hal untuk keluarga, lingkungan dan juga perusahaan,” kata Ketua Panitia Seminar Kesehatan Kupas Tuntas Dislipidemia, Yuli Yastoro.

Upaya sosialisasi ini dinilai penting karena sebanyak 113 dari 180 karyawan PT Semen Gresik Pabrik Rembang didiagnosa disiplidemia, dalam berbagai levelnya. Hal ini diketahui dari hasil medical check up terhadap ratusan karyawan tersebut. Terkait hal itu, kata Yuli Yastoro, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan dan kebugaran karyawan. Salah satu caranya dengan menyusun berbagai progam kesehatan yang akan segera dijalankan.

“Semisal ada agenda senam bersama, donor darah rutin dan lain sebagainya,” jelasnya.

PT Semen Gresik juga menjalin kerjasama dengan perusahaan asuransi terkait layanan kesehatan karyawan. Per 1 April 2019 – 31 Maret 2020, layanan asuransi kesehatan karyawan dipegang oleh PT Asuransi Ramayana Tbk. Sosialisasi terkait layanan asuransi Ramayana juga sudah disosialisasikan kepada karyawan perusahaan.

dr Luluch Mulyani mengatakan ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi potensi terkena disiplidemia. Terpenting adalah melakukan pola hidup sehat dan rajin berolahraga.

“Kuncinya ini. Pola hidup sehat bisa dimulai dari hal kecil semisal tidak merokok,” ucap dr Luluch.

Untuk pola pangan, dr Luluch menyarankan agar konsumsi karbohidrat dikurangi. Nasi misalnya bisa diganti dengan gandum atau kentang. Selain itu juga perlu memperbanyak makan buah-buahan serta mengurangi konsumsi makanan yang memicu kolesterol seperti ati ampela atau gorengan.

“Diversifikasi bahan pangan itu perlu dilakukan. Terus perbaiki pola makan, gaya hidup, rajin olahraga maka kita bisa menjalani hidup dengan lebih nikmat,” tandasnya. (liez)