Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

REMBANG – Kehadiran PT Semen Gresik ibarat angin segar bagi sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Rembang. Sejumlah jurusan yang semula lesu karena minim peminat bahkan terancam gulung tikar kembali menggeliat seiring progam link and match yang digulirkan perusahaan persemenan terkemuka ini. Seperti apa?

Raut wajah Mamik Mudiningsih terlihat sumringah usai kegiatan penandatangan nota kesepahaman antara PT Semen Gresik dengan SMK Muhammadiyah Lasem. MoU itu dinilai Mamik bakal mendongkrak citra sekolah yang dipimpinnya, terlebih jurusan Tehnik Instalasi Tenaga Listrik. Sebab siswa jurusan kelistrikan sekolah yang dipimpinnya itu bisa memperoleh “pelajaran tambahan yang berharga” dari Semen Gresik. Mulai dari kurikulum yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan industri, magang hingga potensi bekerja di perusahaan yang tergabung dalam holding BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini.

MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari program pendidikan vokasi industri yang merupakan prioritas jajaran Kementerian Perindustrian serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Progam dalam rangka membangun link and match dengan SMK itu diproyeksikan berkontribusi positif dalam peningkatan SDM yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kami sangat bersyukur. MoU ini kian menyemangati jajaran SMK Muhammadiyah Lasem,” kata Mamik Mudiningsih, baru-baru ini.

SMK Muhammadiyah Lasem berdiri sejak 2008. Sekolah vokasi ini memiliki tiga jurusan yakni Perbankan Syariah, Tehnik Kendaraan Ringan (TKR atau otomotif) dan Tehnik Instalasi Tenaga Listrik (kelistrikan). Nasib jurusan kelistrikan membuat Mamik dan jajarannya ketar-ketir. Sebab selama beberapa tahun terakhir, jumlah peminat jurusan ini terus menurun. Pertama kali dibuka, ada 25 siswa yang masuk jurusan ini. Namun tahun ajaran 2018/2019, peminatnya hanya enam siswa. Jika kecenderungan penurunan peminat ini terus terjadi, maka jurusan kelistrikan bisa gulung tikar.

Menurut Mamik ada sejumlah alasan yang menjadi faktor penyebab penurunan peminat jurusan kelistrikan. Salah satunya lowongan pekerjaan bagi alumni jurusan kelistrikan di wilayah Rembang yang cenderung terbatas. Jika ada, biasanya alumni harus bekerja di luar kota bahkan luar provinsi. Faktor lainnya, banyaknya warga Lasem yang menggeluti profesi sebagai sopir. Pekerjaan itu ternyata turut mempengaruhi pilihan jurusan sekolah anak-anak mereka. Praktis, jurusan TKR lebih diminati dibanding lainnya, karena ilmu yang diperoleh dinilai lebih aplikatif dan menunjang jika mereka “meneruskan” profesi orang tuanya.

“Tapi setelah MoU dengan Semen Gresik, kami yakin kelistrikan akan menjadi jurusan yang diminati,” ujarnya.

Selain SMK Muhammadiyah Lasem, ada lima SMK lain di Kabupaten Rembang yang sudah menandatangani Mou progam link and match dengan Semen Gresik. Yakni SMK N 1 Gunem, SMK N 1 Sumber, SMK Taruna Bulu, SMK Annuroniyah Sulang dan SMK N 2 Rembang.

Usai penandatanganan MoU, Semen Gresik juga menyerahkan hibah bantuan berupa mesin dan peralatan penunjang praktek kejuruan senilai ratusan juta untuk enam SMK tersebut. Beberapa diantaranya seperti bantuan Scanner Mobil Launch X431 Master V (Original) Alat Scan untuk SMK N 1 Gunem; Mesin Potong Hacksaw Machine 14-16IN Krisbow KW1500005 dan Bor Press 16×390 MM DD1639CA Krisbow untuk SMK N 2 Rembang; Hydraulic Press Floor Krisbow Type 20T KW0500137 dan Krisbow Motorcycle and ATV Lift Table Floor 750KG untuk SMK Negeri 1 Sumber; Tekiro 105 Pcs 3 Drawer Tool Trolley Set dan Tool Box Set 100 pcs Tekiro Kotak Mekanik Alat Perkakas Kunci Sock Mechanic Tools untuk SMK Taruna Bulu.

Lalu hibah bantuan berupa PLC (2 pcs), Kontaktor (5 pcs), Motor Listrik 380V (3 pcs), TOR /Overload (3 pcs), TDR/Timer (3 pcs) dan MCB 3 Fasa (3 pcs) untuk SMK Muhammadiyah Lasem dan yang terakhir berupa Mesin Las MIG Welding Co MIG-MAG 200 Gsp – IGBT Inverter Technology serta Dual Voltage Trafo Battery Charger Setrum Aki Accu 40A 12V dan 24V untuk SMK Annuroniyah Sulang.

Kepala SMK N 2 Rembang Gatot Raharjo mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik. Menurutnya, masyarakat juga menjadi tak ragu saat hendak menyekolahkan anaknya di sekolah vokasi. Sebab ada perusahaan besar yang berkolaborasi dengan pihak sekolah.

“Ini angin segar bagi kami. Jurusan Tehnik Permesinan (Mesin Produksi) SMK N 2 Rembang ikut dalam progam link and match Semen Gresik,” tutur Gatot Raharjo.

Kepala SMK N 2 Rembang, Sukristiyo juga mengapresiasi langkah Semen Gresik. pihaknya berharap sinergi ini bisa terus berlanjut dan berkembang.

“Semoga tidak hanya bantuan sarana prasarana saja. Tapi juga ikut membantu penyiapan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya,” ucap Sukristiyo.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan progam link and match merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi khususnya yang ada di Kabupaten Rembang. Pihaknya optimis lewat progam ini muncul SDM yang kompeten, terampil, siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri. Ujung dari proses ini diproyeksikan juga akan menggenjot tingkat kesejahteraan di Kabupaten Rembang.

Progam link and match ini, kata Gatot tak hanya berupa penyerahan hibah bantuan fasilitas praktikum saja, namun juga ditindaklanjuti dengan kegiatan lainnya. Mulai dari penyelarasan kurikulum, silabus dan modul, peningkatan kompetensi guru, hingga magang industri siswa SMK.

“Semoga progam link and match bermanfaat tidak hanya untuk anak didik saja, tapi juga sekolah hingga masyarakat Rembang. Ikut meningkatkan kualitas pendidikan itu komitmen Semen Gresik,” tandas Gatot. (liez).