Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

REMBANG – PT Semen Gresik mendirikan pos pengamanan (pospam) Lebaran 1440 H di tiga titik strategis yang ada di Kabupaten Rembang. Upaya tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap aparat kepolisian yang bertugas untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Pospam Lebaran 1440 H PT Semen Gresik didirikan di kawasan Kecamatan Kragan (arus lalulintas dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur atau sebaliknya); Lasem (penghubung berbagai kecamatan di Rembang bahkan Jatirogo, Tuban) dan Bulu (arus lalin dari Rembang – Blora maupun sebaliknya). Ketiga pospam itu sudah resmi beroperasi sejak Rabu (29/5) hingga berakhirnya Operasi Ketupat Candi 2019.

“Pendirian pospam itu bagian dari kontribusi PT Semen Gresik mendukung progam pemerintah khususnya jajaran Polres Rembang selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini,” kata Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik, Gatot Mardiana, Jumat (31/5/2019).

Selama ramadan, kata Gatot Mardiana Semen Gresik menggelar beragam kegiatan baik lingkup dalam maupun luar perusahaan. Bentuk kegiatan mulai dari sponsorship Kampung Ramadan, kajian keislaman, berbagi takjil, salat taraweh berjamaah dan tarling, berbagi informasi dan inspirasi lewat siaran radio, silaturahmi dan buka bersama warga, tokoh masyarakat serta perangkat enam desa wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora, silaturahmi dan bukber dengan kalangan media, santunan anak yatim piatu hingga bekerjasama dengan Polres Rembang mendirikan pos pengamanan (pospam) Operasi Ketupat Candi 2019.

Gatot Mardiana berharap beragam kegiatan tersebut berdampak positif baik bagi karyawan Semen Gresik, masyarakat maupun berbagai elemen lainnya. Progam taraweh berjamaah, tarling hingga kajian keislaman misalnya melalui kegiatan mengaji kitab kuning baik Tafsir Jalalain (diampu Gus Salman, pengasuh Ponpes Al Hikmah, Ngadipurwo Blora) dan Nihayatuz Zain Fi Irsyadil Mubtadiin (dipandu KH Ali Muhtarom, pengasuh Ponpes Alhamdulillah, Kemadu, Sulang Rembang) kian menebalkan wawasan dan ketaqwaan.

Sedang progam berbagi semisal santunan anak yatim bisa menumbuhkan semangat peduli dan berbagi karyawan perusahaan. Progam ini juga menjadi “pesan” bagi anak yatim piatu agar mereka tetap semangat menatap masa depan. Sebab mereka tak sendirian karena pasti akan ada pihak-pihak yang peduli dengan nasib mereka.

Gatot Mardiana juga berharap jalinan kerjasama antara Semen Gresik dengan Pemkab dan Forkompinda Kabupaten Rembang, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan media, kalangan pemuda, pelajar, hingga warga biasa khususnya yang tinggal di Desa Kajar, Tegaldowo, Pasucen, Timbrangan, Kadiwono (Kabupaten Rembang) dan Desa Ngampel (Kabupaten Blora) berjalan kian sinergis dan harmonis. Ujung dari proses ini diproyeksikan berdampak positif dan membawa kemajuan berbagai sektor kehidupan baik di Kabupaten Rembang maupun Blora.

“Semen Gresik ingin tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta bermanfaat untuk daerah. Itu komitmen kami,” tandas Gatot Mardiana. (liez).