Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

REMBANG – PT Semen Gresik menyemarakkan Ramadan tahun ini dengan semangat silaturahmi dan sekaligus berbagi. Aktivitas berbagi diwujudkan melalui berbagai cara. Sedang upaya memperkokoh jalinan silaturahmi dilakukan dengan beragam elemen, terlebih warga enam desa sekitar perusahaan, baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora. Seperti apa?

Kumandang adzan Magrib masih sekitar 1,5 jam lagi. Kendaraan yang melintasi area sekitar pintu masuk makam RA Kartini, Bulu, Rembang baik dari arah Blora – Rembang maupun sebaliknya seakan saling berkejaran tanpa henti. Meski begitu, tangan kiri Ahmad Yusrol Hana (24) berusaha memberi isyarat kepada pengendara agar melambatkan laju kendaraannya. Saat kendaraan melambat dan menepi, bungkusan takjil yang ada di tangan kanan Yusrol langsung diberikan kepada pengendara tersebut.

Hal yang sama terus dilakukan Yusrol dan tim CSR PT Semen Gresik. Baru sekitar pukul 17.23 WIB, ratusan bungkusan takjil berisi kurma, minuman dan makanan ringan itu sukses berpindah tangan. Lima menit kemudian, adzan yang menjadi penanda berbuka puasa terdengar dari masjid yang letaknya di seberang jalan. Setelah itu, mereka pun lantas berbuka dengan “menu” sama seperti yang dibagikan kepada ratusan pengendara jalur Blora – Rembang.

“Alhamdulillah. Kegiatan hari ini berjalan lancar. Ramadan Berbagi PT Semen Gresik tak hanya santunan anak yatim piatu tapi juga ada bagi takjil untuk masyarakat umum,” kata Koordinator CSR PT Semen Gresik, Muhson, baru-baru ini.

Kegiatan berbagi takjil yang dilakukan PT Semen Gresik digelar di sejumlah tempat. Selain Bulu, aktivitas serupa juga dilakukan di wilayah Kecamatan Gunem, Rembang, Sulang. Khusus di Masjid Al Hikam komplek PT Semen Gresik, kegiatan berbagi takjil diadakan tiap hari. Sasarannya tidak hanya karyawan namun juga jamaah yang beribadah di masjid tersebut.

Selama bulan suci ini, Semen Gresik juga kian rajin menjalin silaturahmi dengan berbagai elemen. Mulai dari pemangku kebijakan tingkat kabupaten hingga perangkat dan tokoh masyarakat desa, khususnya yang lokasinya di sekitar perusahaan. Ada enam desa yang disasar kegiatan silaturahmi plus buka bersama Semen Gresik. Rinciannya, Desa Kajar, Tegaldowo, Pasucen, Timbrangan, Kadiwono (Kabupaten Rembang) dan Desa Ngampel, Kabupaten Blora.

“Semen Gresik ingin terus tumbuh bersama masyarakat. Silaturahmi dan komunikasi seperti ini penting agar kita bisa maju bersama,” ujar Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana.

Menurut Gatot, salah satu bentuk komitmen ingin terus berkontribusi positif dan bermanfaat bagi warga desa sekitar perusahaan diwujudkan Semen Gresik melalui progam Forum Masyarakat Madani (FMM). Progam ini sudah dimulai sejak tahun 2018. Waktu itu anggaran yang dikucurkan sebesar Rp1,5 miliar.

Dan tahun ini, anggaran yang dikucurkan sama yakni Rp1,5 miliar untuk lima desa sekitar perusahaan (kecuali Desa Timbrangan). Masing-masing desa dijatah anggaran Rp250 juta. Namun khusus Desa Tegaldowo digelontor anggaran Rp500 juta karena wilayahnya lebih luas dan jumlah penduduknya tiga kali lipat lebih banyak dibanding empat desa lainnya.

“Kita berharap progam FMM lebih diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat dan menggenjot perekonomian desa sehingga tidak hanya sekedar pembangunan sarana prasarana fisik semata. Mohon seluruh elemen di desa ikut mengawal agar progam FMM ini benar-benar bermanfaat,” ungkap Gatot.

Kepala Desa Kajar, Sugiyanto mengapresiasi berbagai progam yang dijalankan Semen Gresik di desanya. Mulai dari progam FMM, mengatasi krisis air bersih, pembangunan sarana prasarana, seni budaya hingga sosial keagamaan.

“Berbagai progam itu bermanfaat bagi warga Desa Kajar. Kami berharap progam-progam tersebut terus berjalan berkelanjutan,” harap Sugiyanto. (liez)