Selasa, 10 Januari 2012
Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Chatib Basri menilai industri semen pada 2012 tetap cerah asal dilakukan secara hati-hati.
Menurut ekonom asal UI itu. Tantangan yang dihadapi industri semen 2012 cukup besar jika kita terlalu overload melakukan penjualan (sales) seiring dengan merangkaknya growth ekonomi domestik.
"Kita harus mampu merubah mindset menghadapi skenario-skenario ekonomi bebas pada 2015. Kalau bisa harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata di sela-sela Raker SGG 2012 di Gedung PPS PT Semen Gresik (persero) Tbk, Senin (9/01/2012).
Chatib Basri menilai, ketidakpastian krisis ekonomi di Eropa diyakini tetap menggerakkan perekonomian Indonesia. Hal inilah yang menjadikan Indonesia masih memiliki daya pikat tersendiri.
"Meski krisis di Eropa diprediksi tetap berlanjut. Namun, dari sinilah bisa diambil sisi positifnya dengan menguatkan segala sektor sehingga saat terjadi persaingan pada 2015 industri kita siap berkompetisi," tandasnya.
Ia menambahkan, pada kuartal ketiga 2012 ekonomi di Indonesia saya prediksi masih tetap strong (kuat). Sehingga tidak heran pada tahun depan penjualan semen bakal naik drastis seiring dengan naiknya pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor infrastruktur.
"Khusus infrastruktur diluar Jawa bakal menggeliat. Karena itu, jika industri semen tetap eksis carilah orang kaya baru di luar Pulau Jawa," ungkapnya.
Kendati demikian kata Chatib Basri, mengantisipasi tantangan ekonomi global. Indonesia harus menyiapkan beberapa langkah penguatan regulasi agar bisa menjadi strong (kuat) di negeri sendiri. "Jangan sampai kita cuma jadi penonton saat investor asing masuk dan menancapkan usahanya di Indonesia," tuturnya.