Setelah sukses mengembangkan lahan tidur di bekas pertambangan lewat tanaman hortikultura, Semen Gresik Foundation (SGF) mulai mengembangkan konsultasi budidaya perikanan pada tahun 2012.
Soesetyoko Soewandi, Ketua Semen Gresik Foundation (SGF) mengatakan, budidaya perikanan segera dikembangkan setelah melihat keberhasilan mengembangkan tanaman hortikultura di lahan tidur. "Jika tidak kendala konsultasi budidaya perikanan segera dilaksanakan tahun depan," katanya, di sela-sela panen perdana di Kebun SGF, Senin (3/10/2011).
Diakui Soewandi, saat ini SGF menempati lahan tidur bekas pertambangan milik PT Semen Gresik (persero) Tbk seluas 3,8 hektar. Dari areal itu, yayasan non-nirlaba tersebut telah memiliki satu unit bahan baku energi alternatif, ruang pertemuan dengan kapasitas 200 orang serta unit pabrik kompos.
"Di areal tidur tersebut kami juga memproduksi pupuk organik, proses pembuatan minyak jarak, dan pembuatan pestisida organik," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengelolaan Sosial dan Lingkungan Korporasi Semen Gresik, Faf Adisamsul menuturkan, guna membantu pengembangan SGF ke depan, pihaknya juga menyerahkan 100 mesin giling pemecah daun serta ribuan bibit tanaman hortikultura.
"Lahan tidur bekas pertambangan bisa dikembangkan asal dikelola secara terpadu dan berkelanjutan," katanya.