PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menargetkan jumlah produksi pada 2012 mencapai sekitar 22 juta ton, meningkat 10-12 persen dibanding prognosa produksi tahun 2011 sebesar 19,7 juta ton.
"Tahun depan diharapkan naik 10-12 persen, kata Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto, di sela seminar bertajuk "Bertahan dan Tumbuh Di Tengah Turbulensi Ekonomi Dunia Melalui Kinerja Ekselen", di Jakarta, Rabu.
Menurut Dwi, pencapaian produksi 22 juta ton pada 2012 didorong mulai berproduksinya dua pabrik baru.
Pabrik baru di Tuban akan beroperasi pada Januari 2012, sedangkan dua unit pabrik Tonasa berproduksi mulai April dan Juni 2012.
Meski pada 2012 optimistis ada pertumbuhan namun masih dibayangi tekanan biaya produksi yang cukup besar, dan harga jual yang cenderung menurun. "Ada persaingan harga antara sesama produsen semen berkisar 8-9 persen," ujarnya.
Namun realisasi laba bersih tahun 2011 diproyeksikan tumbuh 7-8 persen dibanding laba tahun 2010.
Terkait krisis global yang melanda Eropa dan Amerika Serikat, Dwi menjelaskan permintaan semen nasional masih akan naik meskipun hanya berkisar 4 - 5 persen pada 2012. "Krisis global akan mempengaruhi terutama pada permintaan semen domestik, karena pengaruhnya itu kepada harga komoditas," tegasnya.
Untuk itu, diutarakan Dwi, pihaknya tetap melakukan efisiensi biaya khususnya penggunaan bahan bakar batubara yang merupakan 40 persen dari total biaya bahan bakar.
"Saat ini harga batubara naik 60-80 persen, sementara harga jual produksi batubara relatif konstan. Ini yang menyebabkan margin bisa turun 1-2 persen," katanya.
Menurut catatan total produksi semen secara nasional mencapai 50 juta ton dari kapasitas 54 juta ton.