2020, Pertumbuhan Demand Semen 76 Juta Ton

Dua pabrikan semen itu berlomba-lomba membangun pabrik semen di luar kawasan tradisionalnya. PT Semen Gresik (Persero) Tbk mengincar wilayah Kabupaten Rembang sebagai sasaran bidiknya. Di sisi lain, PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) dikabarkan membidik Kabupaten Pati sebagai lokasi pertumbuhan baru kapasitas produksinya.

Tak mau kalah dengan pemain besar lainnya, Holcim Indonesia masuk Kabupaten Tuban. Pabrikan semen dari Swiss ini mulai menggarap proyek pabrik semen baru di wilayah yang hampir 20 tahun ini telah menjadi lokasi produksi utama Semen Gresik. Kenapa hal itu terjadi?

Realitas ini didasarkan pada fakta bahwa demand semen dari tahun ke tahun dipastikan tumbuh terkecuali dinamika ekonomi nasional dihantam badai krisis sangat besar seperti krisis moneter tahun 1998. Pertumbuhan permintaan semen saat itu bukan lagi zero growth, namun minus. "Sejauh ada kestabilan ekonomi, insya Allah permintaan semen terus tumbuh," kata Dirut Semen Gresik, Dwi Soetjipto pada satu kesempatan.

Proyek properti dan infrastruktur menjadi faktor pendorong penting peningkatan demand semen untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2012 dan tahun-tahun mendatang. Data yang ada menyebutkan pada tahun 2015 mendatang, tingkat pertumbuhan permintaan semen diperkirakan mencapai 56 juta ton per tahun. Itu kalau didasarkan pada angka pertumbuhan berskala moderat di level 6,5% per tahun. Jika pertumbuhan permintaan itu berskala optimistis yakni di level 7% per tahun, pertumbuhan permintaan semen bisa mencapai 60 juta juta ton lebih di tahun 2015. "Tahun 2020 kami perkirakan bisa mencapai 76 juta ton kalau pertumbuhannya di skala moderat. Kalau angka pertumbuhan permintaan di level optimistis, ya bisa menyentuh angka 82 juta ton lebih," kata Sekper Semen Gresik, Sunardi Prionomurti.

Pada tahun 2030 nanti, di level moderat (6,5%) pertumbuhan permintaan semen secara nasional mencapai 142 juta ton, di level optimistis (7%) sebesar 163 juta ton, dan di level pesimistis (5,5%) sebesar 117 juta ton.

Ada sejumlah proyek infrastruktur di tingkat nasional yang menjadi faktor penderek pertumbuhan permintaan semen, satu di antaranya pembangunan jalan tol. Sepanjang tahun 2010-2014, setidaknya akan ada 30 proyek jalan tol di seluruh Indonesia yang segera dibangun. Dari 30 proyek itu, 3 proyek di antaranya dengan nilai investasi USD 1 miliar berstatus siap ditawarkan dengan panjang 135 kilometer dan diperkirakan membutuhkan semen 405 ribu ton.

Selain itu, ada 8 proyek jalan tol dengan status prioritas dengan nilai investasi USD 2,4 miliar. Ke-8 proyek jalan tol dengan status prioritas ini panjangnya 342 kilometer dan membutuhkan semen sebesar 1,026 juta ton. Di samping itu, masih ada 19 proyek jalan tol dengan status potensial yang diperkirakan membutuhkan investasi USD 11,7 miliar dan membutuhkan semen sekitar 2,571 juta ton.

Bagaimana Semen Gresik menjawab pertumbuhan demand semen itu? Tak ada jalan lain kecuali meningkatkan kapasitas produksi pabrik semen miliknya, baik PT Semen Gresik, PT Semen Padang, dan PT Semen Tonasa. Di tahun 2015 mendatang, kata Sunardi, diperkirakan kapasitas produksi semua pabrik di bawah holding Semen Gresik Group sebesar 28,7 juta ton. "Kami memiliki desain kapasitas produksi pabrik semen yang kami rancang tumbuh bertahap. Tahun 2013 diperkirakan kapasitasnya 26,2 juta ton, tahun 2014 sebesar 26,9 juta ton, dan tahun 2015 sebesar 28,7 juta ton," jelasnya.

Desain kapasitas produksi yang dirancang dengan asumsi terus ada growth itu didasarkan pada fakta rill di lapangan pada tahun-tahun sebelumnya. Semisal, pada tahun 2011 ini hingga bulan Oktober, tingkat penjualan semen secara nasional mencapai 40,1 juta ton (termasuk eksport) atau naik sebesar 12,3% dibandingkan penjualan semen tahun 2010 sebesar 35,7 juta ton.

Dari angka penjualan sebesar itu (2011), besaran penjualan di Pulau Jawa mencapai 21,5 juta ton (sampai Oktober 2011) atau naik 19,5% dibandingkan tahun 2010 sebesar 18,003 juta ton. Sedang tingkat penjualan di luar Pulau Jawa sebesar 17,4 juta ton (sampai Oktober 2011) dan tahun 2010 sebesar 15,3 juta ton.

Data hingga Oktober 2011 menempatkan Pulau Jawa tetap menjadi komsumen terbanyak penjualan semen secara nasional. Dari 21,5 juta ton semen yang terjual, tingkat penjualan di DKI Jakarta sebesar 3,7 juta ton, Banten dengan 2,2 juta ton, Jawa Barat 5,7 juta ton, Jawa Tengah 4,3 juta ton, DI Yogyakarta dengan 624 ribu ton, dan Jatim dengan 4,8 juta ton.

Sedang di luar Pulau Jawa, volume penjualan semen hingga Oktober 2011 ini memposisikan Sumatera dengan 8,9 juta ton, Kalimantan dengan 2,7 juta ton, Sulawesi dengan 2,8 juta ton, Nusa Tenggara dan Bali dengan 2,2 juta ton, dan Maluku serta Papua dengan 651,5 ribu ton. "Memang, di tahun 2011 ini, pertumbuhan Semen Gresik di Jatim 15% dan Jateng 16,9%. Jadi, Jatim di tahun 2011 ini provinsi di Pulau Jawa yang pertumbuhan permintaannya paling kecil," kata Dwi Soetjipto.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy