Tiga lembaga keuangan internasional menyatakan minatnya untuk mendanai kebutuhan belanja modal PT Semen Gresik Tbk pada tahun depan yang jumlahnya menca pai US$900 juta-US$1 miliar.
Direktur Keuangan Semen Gresik Ahyanizzaman mengungkapkan tiga lembaga keuangan tersebut terdiri dari dua lembaga pembiayaan ekspor impor dan satu institusi bank.
“Sebelum puasa mereka mendatangi kami dan menyatakan siap membiayai,“ katanya kepada Bisnis pada akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan untuk lembaga pembiayaan ekspor impor, pendanaan yang diberikan sebesar 85% dari total nilai proyek. “Kalau bank bisa penuh 100% pembiayaannya,“ tuturnya.
Menurut dia, saat ini proses penjajakan dengan ketiga lembaga tersebut terus berlangsung dan ditargetkan final sebelum akhir tahun ini.
“Karena ini masih berlangsung, saya belum bisa sebutkan identitasnya tapi tidak menutup kemungkinan kami ambil dari tiga-tiganya,“ ujarnya.
Yani menuturkan kebutuhan dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk penyelesaian pabrik semen baru Tuban IV, pabrik Tonasa V, proyek pembangkit listrik di Tonasa, dan rencana akuisisi kuasa pertambangan (KP) batu bara di Kalsel dan Riau.
BUMN penghasil semen itu juga masih memiliki fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk dengan plafon kredit mencapai Rp3,16 triliun sampai dengan 2013. “Saat ini yang terealisasi baru sekitar 60% atau Rp1,6 triliun.
Sampai akhir tahun rencana pencairannya maksimal Rp2 triliun tergantung kecepatan penyelesaian proyek,“ tuturnya. Dia menambahkan tingkat leverage perseroan saat ini cukup bagus di mana kapasitas utang yang bisa dihimpun perseroan bisa mencapai Rp15 triliun atau tiga kali laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA).
Sampai dengan 31 Agustus 2011, proses pembangunan pabrik semen baru Tonasa V telah mencapai 90,61% sehingga ditargetkan selesai pada kuartal II/2012, sementara realisasi pembangunan pabrik Tuban IV telah mencapai 93,05% sehingga ditargetkan selesai Desember tahun ini. Dengan selesainya pembangunan dua pabrik tersebut ditambah dengan proyek-proyek debottlenecking, kapasitas produksi perseroan ditargetkan meningkat menjadi 26,2 juta ton per tahun pada 2013 dari kapasitas produksi yang dimiliki saat ini 20,2 juta ton per tahun.
Akuisisi KP batu bara Rencana akuisisi KP batu bara merupakan salah satu strategi perseroan dalam menekan biaya produksi yang selama ini sebagian besar berasal dari biaya energi batu bara. Sampai dengan 6 bulan pertama tahun ini, perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 15,1% menjadi Rp1,87 triliun dibandingkan dengan kinerja periode yang sama tahun lalu Rp1,63 triliun.
Pendapatan perseroan naik 14,2% menjadi Rp7,61 triliun dibandingkan dengan kinerja periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,66 triliun.
Dalam riset yang diterbitkan oleh PT Mandiri Sekuritas pada 15 September 2011 disebutkan Semen Gresik sepertinya berjuang keras mempertahankan pangsa pasarnya di tengah lemahnya upaya menetapkan harga.
Pada Agustus, pangsa pasar Semen Gresik berkontraksi menjadi 40,6%, posisi terendah dalam 6 tahun terkakhir.