PT Semen Gresik Tbk (SMGR) berhasil meningkatkan kapasitas produksinya berlipat-lipat sejak pertama kali berdiri pada 1957 atau 54 tahun lalu. Dirut Semen Gresik, Dwi Soetjipto, mengatakan, dalam suasana perayaan HUT ke-54, perseroan patut berbangga karena sejumlah prestasi yang telah diukir.
Dia mencontohkan, saat pabrik Semen Gresik (SG) yang pertama berdiri pada 1957, kapasitas produksinya baru 125.000 per ton. "Saat ini di Gresik dan Tuban, kita mampu berproduksi 10 juta ton per tahun. Jika tahun ini bisa selesai 2,5 juta ton, maka kapasitas produksi tahun depan akan menjadi 12,5 juta ton. Angka ini persis 100 kali dari kapasitas produksi SG pertama kali," ujar Dwi dalam siaran pers perayaan HUT perseroan ke-54, Kamis (11/8/2011).
Menghadapi persaingan di industri semen yang kian ketat, Dwi melontarkan enam isu kritis yang perlu diperhatikan untuk mengantisipasi tantangan pada masa mendatang. Keenam isu tersebut adalah ketersediaan energi, peningkatan kapasitas, daya saing, kedekatan dengan konsumen, pengembangan perusahaan dan SDM.
"Tantangan yang akan dihadapi perseroan pada masa mendatang makin berat. Misalnya, kita diharapkan dapat menaikkan kapasitas produksi paling tidak 10 juta ton per tahun. Kemudian, konversi energi yakni bergesernya penggunaan batu bara dari kalori tinggi menjadi kalori rendah, alhamdulillah, di Tuban bisa diselesaikan," tegasnya.
Hal ini akan menjadi kekuatan bagi perusahaan semen pelat merah itu untuk dapat bersaing dengan industri semen lainnya.
Terkait perayaan HUT ke-54, Semen Gresik memberikan Tanda Ikatan Batin tahun 2011 kepada 277 karyawan.