8 BUMN Raih Laba Rp33 triliun

Harga komoditas boleh bergejolak, imbas krisis finansial global masih menerpa, tetapi sebagian besar emiten milik pemerintah menunjukkan kinerja positif. Analis berpendapat ini adalah buah manis reformasi di tubuh BUMN, tetapi upaya efisiensi masih diperlukan.

Delapan emiten BUMN diperkirakan membukukan laba bersih Rp33,24 triliun pada akhir 2009, atau naik sekitar 12,83% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp29,46 triliun.Data perkiraan enam emiten yang bergerak dalam bisnis pertambangan, infrastruktur dan telekomunikasi dirilis Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Adapun dua emiten perbankan berasal dari indikasi masing-masing manajemen.

Deputi Menteri BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi, dan Telekomunikasi (P1SET) Sahala Lumban Gaol dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR menuturkan kenaikan kinerja perusahaan milik pemerintah sangat terpengaruh oleh kondisi pasar.

"Karena harga minyak dan komoditas lainnya yang meningkat, maka BUMN juga mencatat kenaikan kinerja. Namun, untuk angka akhir, masih harus menunggu hasil audit dari BUMN yang bersangkutan," ujarnya rapat kerja dengan Komisi VI DPR, kemarin.

Enam emiten BUMN tersebut adalah PT Aneka Tambang Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, PT Semen Gresik Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, serta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Adapun dua emiten perbankan yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk.

Bukit Asam selama 2009 diperkirakan meraup laba bersih Rp2,8 triliun, atau naik 63,7 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,7 triliun.Sahala mengungkapkan kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh perbaikan harga komoditas batu bara di pasar internasional. "Untuk pendapatan Bukit Asam, kami memperkirakan Rp8,94 triliun atau naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp7,21 triliun," ujarnya.

Bukit Asam merupakan BUMN pertambangan yang mencatat pertumbuhan laba bersih terbesar, {lihat infografik)
Untuk Antam, perseroan diperkirakan catat laba bersih sebesar Rp371 miliar pada 2009, atau anjlok sebesar 72,9% jika dibandingkan dengan laba bersih pada akhir 2008 sebesar Rpl ,36 triliun.

Penurunan laba bersih disebabkan oleh harga rata-rata komoditas feronikel selama tahun lalu lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata selema 2008. Untuk pendapatan, perseroan mencatat Rp8,65 triliun atau turun 10% dari tahun sebelumnya.

Perusahaan Gas Negara diproyeksikan mencatat laba bersih pada akhir 2009 sebesar Rp4,4 triliun, atau naik 595,10% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp633,86 miliar.Direktur Utama Perusahaan Gas Hendi P. Santoso pekan lalu mengatakan jika untung kurs dihitung, jumlah laba bersih perseroan bisa tembus Rp5 triliun.

Telkom hingga akhir 2009 diperkirakan membukukan laba bersih Rp9,3 triliun.Direktur PT Finan Corpindo Edwin Sinaga menilai kenaikan kinerja BUMN, terutama yang terbuka adalah salah satu bentuk dari berjalannya reformasi di tubuh perusahaan milik pemerintah. "Selain itu, faktor harga komoditas juga sangat berpengaruh terhadap kinerja BUMN. Ke depannya kami melihat perlu kembali meningkatkan efisiensi di tubuh BUMN."


Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy