Tekad menjadi “penguasa”industri semen di Indonesia tak
membuat PT Semen Gresik Tbk (Persero) gegabah melakukan ekspansi bisnis
dengan mengakuisisi PT Semen Kupang.
Direktur Utama PT Semen
Gresik Tbk (Persero) Ir Dwi Soetjipto mengaku tak tertarik mengakuisisi
Semen Kupang lantaran pasarnya yang kecil serta utang yang cukup besar.
Akibat utang tersebut, dibutuhkan restrukturisasi penyelamatan yang
tidak gampang.”Kami akan melakukan kajian dulu jika diminta untuk
melakukan akusisi Semen Kupang,” terangnya, di sela-sela mendampingi
kunjungan kerja Meneg BUMN,Mustafa Abubakar di Pusat Pelatihan Semen
Gresik (PPSG),kemarin. Saham Semen Kupang saat ini dikuasai pemerintah
pusat sebanyak 61,48% atau sebesar Rp82,213 milliar, Bank Mandiri 38%,
dan Perusahaan Daerah (PD) Flobamor milik Pemda NTT sebesar 1,12% atau
senilai Rp1,5 miliar.
Menurut Dwi, Dalam kurun lima atau enam
tahun terakhir, semen produksi Semen Kupang kalah bersaing dengan
produk sejenis asal Pulau Jawa dan Sulawesi. Akibatnya posisi keuangan
Semen Kupang saat ini sangat sulit, terlebih sejak perusahaan itu
berhenti operasi. Semen Kupang juga punya utang cukup besar kepada
lembaga keuangan.“Konsumen lebih memilih semen produksi luar daerah
ketimbang produksi lokal dengan harga bersaing,”kata Dwi. Dia
menjelaskan, manajemen SG lebih memilih memilih membangun pabrik baru
di Kupang atau di wilayah lain di Indonesia Timur dibanding membeli
Semen Kupang.
Sebab, untuk mengakuisisi Semen Kupang berarti
juga membayar utang-utang, membiayai produksi pabrik serta biaya lain.
Hanya Dwi mengakui,bila melihat potensi bahan bakunya,Semen Kupang
cukup prospektif.Potensi bahan baku semen di daerah ini seperti batu
kapur sangat menjanjikan. Berdasarkan hasil riset potensi batu kapur di
NTT,khususnya di daratan Pulau Timor, bisa dimanfaatkan sampai 100
tahun ke depan. ”Tetapi sekali lagi, melihat Semen Kupang kan tidak
hanya bahan baku, banyak komponen yang harus dipertimbangkan. Kalau
penetrasi pasar,kami akan mengoptimalkan produk SG Grup seperti Semen
Tonasa untuk melayani pasar di kawasan timur,”tegas dia.
Sementara
itu di tempat yang sama,Meneg BUMN Mustafa Abubakar menegaskan,
pemerintah akan mengambil sejumlah langkah untuk menyelamatkan Semen
Kupang.Menurutnya, ada dua kriteria BUMN yang tidak sehat.Pertama,
tidak feasible sehingga opsinya bisa dilikuidasi atau merger.Kedua,
tidak bankable,sehingga masuk ke PT Perusahaan Pengelola Aset. ”Soal
merger Semen Kupang,kami akan melakukan kajian dulu dengan lembaga
profesional.Jika memang layak untuk digabung,pemerintah akan
menggabungkan dengan perusahaan sejenis,” kata Mustafa Abubakar.
Upaya
lainnya adalah menggunakan sistem kerjasama operasional (KSO) dalam
menyelamatkan PT Semen Kupang. ”Mungkin syarat yang baik adalah KSO
agar aset Kupang produktif kembali,” kata Menneg BUMN. Pemerintah
melalui PPA, saat ini sedang melakukan restrukturisasi Semen Kupang.
“Dalam restrukturisasi bisa saja PPA nantinya menjadi investor .Mana
yang lebih menguntungkan tentu itu yang akan dipilih,”ujarnya.
Dia
berpendapat, potensi Semen Kupang untuk dipertahankan masih terbuka
lebar karena memiliki bahan baku yang lebih dari cukup, memiliki
pelabuhan laut, termasuk pasar di timur Indonesia.