Meski pagi itu, Selasa (26/5), cuaca terlihat mendung, ternyata tidak menyurutkan sebagian penduduk desa Glondonggede, Kec. Tambakboyo, Tuban untuk mengikuti Baksos berupa pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Semen Gresik.
Berbeda dengan pengobatan di desa-desa sebelumnya, penduduk yang kebanyakan bekerja sebagai nelayan ini sangat antusias dengan pengobatan gratis dari SG. Meskipun jarum jam baru menunjuk pada angka 09.00, tapi kerumunan warga sudah terlihat mengantri di balai desa setempat.
Bahkan saking semangatnya warga mengikuti pengobatan masal, sempat terjadi insiden kecil yaitu berebutnya warga untuk mendapat keplek antrian periksa. ”Itu terjadi karena mereka tidak sabar dengan antrian, takut tidak kebagian,” ujar Sri Wachyuningsih, Staf Bagian PKBL yang saat itu mengikuti kegiatan Baksos. ”Maklum mereka adalah nelayan jadi wataknya juga keras, maunya ingin lebih dulu”, tambahnya.
Tetapi dengan pendekatan persuasif dan jaminan bahwa semua yang datang akan dilayani, mereka bisa mengerti dan memaklumi. Benar juga, sampai acara berakhir, semua bisa terlayani dengan baik. Tercatat 208 pasien yang telah memeriksakan diri, sebagaimana yang diucapkan Slamet Budiyanto, staf Bina Lingkungan Tuban yang turut mengawal kegiatan ini.
Tidak seperti pengobatan sebelum-sebelumnya yang biasanya didominasi oleh kaum yang sudah berumur, disini ternyata beda, antara manula dan para pekerja produktif jumlahnya hampir seimbang. Bahkan kalau dilihat lebih jauh lebih, terlihat lebih banyak pekerja yang masih produktif ikut memeriksakan diri.
Keluhan mereka juga bermacam-macam, tapi pada umumnya hampir seragam yaitu pegal, linu, batuk pilek dan banyak yang mengeluh gatal-gatal karena lokasi kerjanya yang tidak bisa lepas dari air laut yang notabene berkadar garam tinggi.
Pengobatan gratis yang diselenggarakan Desa Glondonggede ini sebagaimana biasanya terselenggara atas kerjasama Semen Gresik, RSSG dan Puskesmas setempat. Dari RSSG yang mendapat giliran adalah dr. Miming Roichana dibantu petugas kesehatan dan apoteker RSSG. Sedangkan dari Puskesmas Tambakboyo, datang dokter Puskesmas yaitu dr. Bambang S. beserta tenaga kesehatan setempat.
Sebenarnya harapan dari pelaksanaan pengobatan masal ini, kata Yuyun, selain tentunya sebagai wadah masyarakat untuk mendapat pengobatan secara gratis, bagi perusahaan, merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosialnya terhadap warga sekitar pabrik (corporate social responsibility).
Selain itu hasil dari diagnosa akan dipakai perusahaan sebagai bahan evaluasi, apakah ada penyakit atau gangguan kesehatan yang merupakan side effect dari didirikannya pabrik atau tidak, sehingga kedepan evaluasi ini akan sangat berguna untuk menyusun strategi pendirian pabrik baru.