Lagi-lagi program bakti sosial (Baksos) berupa ’Pengobatan Gratis’ yang dilaksanakan Semen Gresik kembali digelar. Tidak seperti biasanya, baksos berupa pengobatan gratis yang biasanya dilaksanakan di pedesaan wilayah sekitar pabrik (desa ring 1), kini merambah wilayah kota Tuban. Dengan menempati areal halaman samping dan aula Masjid Darussalam, Jl. Basuki Rahmat, Tuban, Minggu (19/7), baksos pengobatan gratis digelar.
Tepat pukul 07.00, seusai acara ’Ngaji Minggu Pagi’ yang rutin dilaksanakan oleh ta’mir Masjid Darussalam, acara dimulai. Dalam baksos ini, seperti biasa SG menggandeng RSSG yang kali ini menerjunkan 2 dokter dan 10 tenaga kesehatan termasuk apoteker. Sedangkan ta’mir masjid juga menyediakan 2 dokter dan 1 mantri kesehatan yang diperbantukan untuk ’meringankan beban’ rekannya, yang ternyata dokter-dokter tersebut adalah juga jama’ah rutin ’Ngaji Minggu Pagi’. ”Alhamdulillah, acara baksos ini berlangsung dengan sukses dan obat-obatnya mencukupi”, ucap beberapa anggota kesehatan yang telibat langsung dalam baksos sesaat setelah acara selesai.
Maklum sejak acara dibuka, antrian pasien terlihat menyemut menempati kursi yang disediakan panitia. Sehingga kesibukan luar biasa dihadapi oleh panitia maupun tenaga kesehatan lainnya. ”Padahal sosialisasi kami tidak maksimal, kita hanya mengumumkannya kepada jama’ah”, ucap Nurul Yakin, Ketua Ta’mir Masjid Darussalam, disela-sela acara baksos mengomentari membludaknya peserta. Mungkin, tambah Nurul yang seorang notaris ternama di Tuban, peserta akan lebih banyak lagi jika sosialisasi pihak masjid lebih maksimal. Sebelumnya, tutur Nurul, sasaran baksos hanya diperuntukkan untuk jamaah aktif ngaji yang jumlahnya mencapai ± 1.000 jama’ah. ”Saya asumsikan jika yang mengikuti baksos 10 persen saja dari jama’ah, sudah ketemu 100 peserta, jadi kami tidak berani mengumukannya secara luas, takutnya nanti kewalahan”, tegasnya. Kekhawatiran Nurul tersebut terbukti, sampai acara berakhir pukul 10.00 peserta baksos membludak sampai 210 orang.
Selain jama’ah, ternyata banyak juga warga sekitar masjid yang memanfaatkan kesempatan baik ini untuk minimal memeriksakan diri atau sekedar konsultasi dengan dokternya. Memang, tidak seperti Baksos rutin di desa ring-1 sebelum-sebelumnya, yang pesertanya selalu didominasi kaum tua, baksos di Masjid Darussalam ini lebih variatif, dari anak-anak sampai orang tua, dari yang diantar mobil sampai yang diantar becak, dari pegawai kantoran sampai orang emperan, semua terlihat tertib mengantri untuk satu tujuan mendapat kesembuhan. Manfaat baksos ini banyak dirasakan oleh jama’ah, seperti yang dikatakan Siti Fadhilah (43 th), seorang penjual jajanan gorengan sebelah timur masjid yang asli Lamongan. Dia mengatakan bahwa pengobatan ini sangat membantu, ”Biasanya tiap periksa bayar, tetapi ini gratis apalagi obat-obatnya juga bagus”, katanya yang diamini Sulastri (70 th) warga kelurahan Sendangharjo-Tuban dan Sucipto (43) pegawai PU Tuban.
Karena scope layanannya lebih luas, tentunya jenis penyakit yang diderita warga juga beragam. Dari penyakit demam, batuk pilek biasa sampai osteoastrosis (nyeri sendi), hypertensi, diabetes, jantung koroner bahkan stroke. Sebagaimana yang dikatakan dr. Bagus Prayogi, dr. Eko Budianto (dari RSSG), dr. Supratikto dan dr. Zeni Surfianti (dari RS. PKU Muhammadiyah) sesaat setelah baksos. Terkait dengan program ini, KH. Shofwan Nurhadi, Penasehat Utama Masjid Darussalam, berharap agar program baksos pengobatan gratis ini bisa dilanjutkan khusunya di Masjid Darussalam. ”Syukur-syukur kalau bisa di-agendakan menjadi kegiatan rutin”, harap Shofwan, yang juga Kepala Pengadilan Agama Tuban.