Pemprov telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) tentang corporate social responbility (CSR)/program kemitraan bina lingkungan (PKBL) dengan 14 BUMN, BUMD dan swasta di Jatim. Penandatangan ini dilakukan saat kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat di Ngawi kemarin.
Salah satu dari ke-14 perusahaan itu adalah PT. Semen Gresik (Persero), Tbk. Kepala Bagian Program Kemitraan Bina Lingkungan Faf Adisamsul menyatakan komitmennya untuk memberikan kontribusi perusahaan demi kesejahteraan masyarakat sekitar melalui program CSR yang selama ini telah diimplementasikan.
Kepala Bappeprov Jatim Hadi Prasetyo didampingi Kasubid Perencanaan Pengembangan dan Pembiayaan Pembangunan F. Judis Wandarta, mengatakan, pemprov menyadari kekuatan APBD Jatim tidak akan cukup untuk mendanai seluruh program pembangunan. Di sisi lain ada sekitar Rp 15 triliun yang dikeluarkan oleh pihak swasta untuk program CSR/PKBL.
Hasil focus group discussion (FGD) pemprov dengan beberapa perguruan tinggi di Jatim, salah satu hasilnya adanya taksiran perputaran uang sektor swasta mencapai Rp 300 triliun dalam setahun. Diperkirakan dana yang disisihkan untuk CSR mencapai Rp 15 triliun (setara dengan 2 kali APBD Jatim). Selama ini, program CSR yang dilakukan merupakan inisiatif masing-masing pihak. Sehingga obyek dari CSR banyak yang tak tepat sasaran. Namun dengan pola integrasi ke depan, program pemberdayaan masyarakat dan bina lingkungan bisa saling menutupi.