Batik herbal. Batik yang semuanya berbahan baku organik dari alam termasuk penemuan baru di ranah kerajinan batik. Di samping lebih menjanjikan warna yang khas juga butuh ketelatenan khusus dalam membuatnya.
Apalagi semua bahan bakunya diambil dari getah pepohonan dengan pewarna sari bunga. Semua bahannya alami dan waktu pembuatannya juga memakan waktu lama, bisa sebulan untuk selembar kain batik jika tidak musim kemarau.
Produk baru yang diunggulkan Tuban yang dipamerkan mulai 11 hingga 16 Oktober ini rangkaian kegiatan HUT ke-54 PT Semen Gresik ini, harganya relatif lebih mahal dibanding batik biasa. Harga batik herbal yang paling murah Rp 175 ribu per lembar.
"Produk batik hasil karya ibu-ibu desa sekitar pabrik semen PT SG di Tuban ini memang khas dan merupakan temuan baru. Ini sangat alami dan ramah lingfkungan karena tak satu pun bahan bakunya mengandung unsur kimia," kata Zaenab, perajin batik herbal saat ditemui di stand Rumah Perempuan Kokoh area pameran produk unggulan Pekan Raya Tuban 2011 Desa Bogorejo Kecamatan Merakurak, Rabu (12/10/2011).
Keunggulan batik hasil binaan PT SG bekerjasama dengan Koalisi Perempuan Ranggalawe (KPR) Tuban ini, tak panas jika dipakai baju. Selain juga warnanya tak mudah lapuk dan memiliki ornamen khas dari daerah Tuban yang menyertakan unsur laut, gunung, bunga dan lingkungan pedesaan.
Dalam ajang pameran ini, menurut Kabiro Humas PT SG, Harry Soebagyo, diikuti 142 stand terdiri dari jenis UKM pendidikan, kesehatan, teknologi, ekonomi/perbankan, handycraft dan otomatif dari daerah Tuban, Gresik, Surabaya, Lamongan, Bojonegoro, Pekalongan dan Pati.
"Pekan raya SG Tuban tahun 2011 ini bertujuan mengenalkan produk unggulan dari UKM. Terutama yang menjadi binaan PT SG," kata Direktur Produksi PT SG, Suparni.