Biomasa, Reduksi BB Fosil

 
Konsumsi batu bara di Seksi RKC cukup tinggi. Untuk itulah dikembangkan teknologi untuk me-reduce pemakaian batu bara tersebut. Dan Seksi RKC Tuban (Tuban1, 2, 3) adalah contoh unit kerja yang telah mengaplikasikan alternative fuel atau  bahan bakar alternatif (BBA).
 
Dimulai dengan launching oleh Dirut, Dwi Soetjipto, pada 20 Juni 2008 di RKC Tuban III, secara resmi dimulailah penggunaan energi alternatif sebagai salah satu bahan bakar untuk proses produksi. Selain Seksi RKC Tuban # 3, saat ini pengembangan BBA sudah sampai di RKC Tuban # 1 dengan bahan bakar biomasa sebagaimana RKC # 3 dan RKC Tuban # 2 dalam proses BBA jenis sludge oil yang menggunakan putzmeister pump sebagai medianya.
 
Sebagaimana yang diucapkan Dirut saat launching, bahwa pengembangan BBA ini bukan semata-mata untuk menurunkan pemakaian batu bara yang notabene merupakan bahan bakar utama. Tetapi, juga sebagai partisipasi perusahaan dalam ikut serta meminimalisasi pencemaran lingkungan terkait dengan emisi gas yang dikeluarkan, meskipun secara teknis emisi gas yang dikeluarkan pabrik semen sangatlah rendah.
 
Lalu sampai dimanakah BBA tersebut bisa men-save konsumsi batu bara?, ”Setelah dilakukan evaluasi ternyata dengan pemakaian BBA, bisa me-reduce pemakaian batu bara sebanyak 0,8 - 1,8 ton/jam”, ujar Eko Budiono, Kasi. Operasi RKC III, Selasa (9/6). Dengan substitusi sebesar itu, tambah Eko, bisa dilihat berapa penghematan yang bisa ditekan perusahaan jika secara continue menerapkan BBA. Ditambahkannya juga, jika perhi­tungan di atas dikonversikan ke-rupiah, maka potensi saving yang didapatkan lumayan. Dari sana bisa dilihat berapa angka yang didapat jika dikalikan setahun, sebuah angka yang fantastis tentunya.
 
Selain bisa men-saving cost yang tidak sedikit, penerapan BBA secara konsisten juga bisa menurunkan emisi gas buang, sebagaimana yang diungkapkan Dirut saat itu. ”Itu secara otomatis, karena bahan bakar yang dipakai adalah bahan bakar biomasa, jadi emisi yang dikeluarkan tidak ada kandungan CO2-nya”, tambah Eko.
 
Perlu diketahui, saat ini bahan bakar alternatif biomasa yang dipakai SG selain sekam padi, janggel jagung, jerami, kulit kacang dari hasil pertanian, juga memakai reject tembakau dari perusahaan rokok. ”Karena pasokan limbah pertanian tidak stabil, maka kita menjalin kerjasama dengan industri rokok untuk mendapatkan reject-nya”, ungkap Eko. Dikatakannya juga bahwa ash tobacco kadar kalorinya cukup tinggi.
 
Bagaimana dengan putzmeister pump di Operasi RKC Tuban # 2? Sampai saat ini peralatan tersebut belum trial tetapi asembling-nya sudah terpasang 100%.  Sedangkan pelatihan peng­operasian dan pemeliharaannya sudah dilaksanakan di CCR Tuban # 1 pada tanggal 4-5 Juni 2008 lalu yang diikuti oleh pegawai jajaran operasi, konstruksi maupun peme­l­iharaan. Menurut Martanus Sanjaya, Kabag. Produksi Terak, dengan pengoperasian putzmeister pump yang bahan bakarnya merupakan sludge atau endapan/ lumpur dari minyak saat proses produksi, diharapkan bisa mengurangi pemakaian batu bara sampai 5% pertahunnya, apalagi kadar kalorinya juga cukup tinggi.
 
Akhirnya, Martanus berharap dengan mulai beroperasinya BBA akan semakin efisien pula pemakaian bahan bakar fosil yang semakin lama harganya juga semakin tinggi. Apalagi batu bara merupakan bahan bakar yang tidak bisa diperbaharui. Jadi adalah wajar jika akhirnya bahan bakar alternatif sebagai solusi untuk secara step by step meninggalkan ketergantungan terhadapnya.
 
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy