Bridge Jatim Optimis Juara

Genderang persaingan mulai ditabuh para kostestan kejuaraan bridge level nasional yang bertajuk Semen Gresik-Bridge Pahlawan 2010 (Piala Pahlawan XXIV). Ajang tersebut mulai diadakan hari ini (13/11) di Gresik. Tim bridge Jatim optimis mampu merebut gelar juara dalam even yang memasuki edisi ke-24 tersebut.
 
Tim bridge Jatikm bermateri atlet-atlet bridge yang akan menjadi tulsng punggung tim Jatim dalam Pra-PON 2011. Bahkan, atlet bidge international sekaliber Denny Sacul akan membawa Panji Jatim dalam Piala Pahlawan tersebut.
 
“Kami yakin mampu membawa trofi itu kembali ke Jatim. Dengan materi yang kami punya, paling tidak, kami bisa melaju sampai difinal,” ujar kabidbinpres Pengprov Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Jatim Sentot Brahmantyo kemarin (12/11).
 
Menurut dia, dalam kejuaraan tersebut Gabsi Jatim akan menurunkan tiga tim sekaligus. Tim pertama akan diisi dua atlet yang mengikuti program Prima, Tomi Roxi dan Okta Wohon. Keduanya akan berkolaborasi dengan Sechariawan dan Aris Pongrangga.
 
Di tim kedua, Sentot akan menurunkan atlet bridge dari Pelatda DKI Jakarta, Denny Sacul dan Franky Karwur. Mereka akan bermain bersama Rony Eltanto dan Vincent Nicholas. Tim terakhir akan diisi Yongki Tumbel, Ricky Mandolang, Andre Sugiarto, dan Ferry Nardu.
 
Tim Jatim sengaja bermain dengan jumlah pemain yang berbeda dari tim lainya. Sentot memutuskan tidak menggunakan pasangan cadangan dalam tiap tim yang diturunkan.Itu dimaksutkan untuk menguji kemampuan fisik anak buahnya.
 
Gabsi Sidoarjo memilih realistis soal terget mereka dalam Piala Pahlawan kali ini. Dikelompokan senior dan Junior, mereka hanya mengincar sepuluh besar . Alasanya , kekuatan-kekuatan tradisional bridge, seperti Sulut, Jateng dan DKI Jakarta, masih mendominasi. Di level Jatim, ada Jember,Kota Batu, dan Surabaya sebagai penantang terkuat.
 
Rencananya, induk olahraga bridge se-Sidoarjo tersebut telah mengirim skuad yang lebih ramping daripada tahun lalu.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy