Gresik, 2 April 2009 : Hari ini Bupati Kabupaten Tuban, Haeny Relawati didampingi Direktur Litbang, Suharto dan Direktur Produksi, Suparni melakukan tanam pertama padi perdana di lahan desa Telogowaru, Kecamatan Merakurak, Kab Tuban (dekat dengan Karamba ikan pabrik Tuban). Kegiatan tersebut merupakan realisasi Semen Gresik medukung program Pemerintah dalam bidang ketahanan pangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggandeng Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab Tuban dalam bentuk Proyek Usaha Tani tanaman pangan padi melalui kegiatan demonstrasi area agribisnis tanaman padi berteknologi Pengelolaan Pangan Terpadu (TPT) yang penandatanganannya telah dilakukan pada tanggal 23 Januari 2009 lalu.
Padi ciherang
Sesuai perjanjian pihak terkait harus memberikan jasa konsultasi kepada petani penggarap lahan tanaman padi jenis ciherang baik dalam bentuk sosialisasi, pelatihan budidaya tanam, pelaksanaan tanaman, pemeliharaan tanaman serta penanganan pasca panen. Selain itu juga memberikan pelatihan teknis penanaman dan perawatan kepada kelompok tani di wilayah garapan. Proyek tersebut dikerjakan di atas lahan seluas 100 ha.
Di Gunungkidul
Sebelumnya Semen Gresik juga menggandeng instansi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikutura. Di daerah tersebut Semen Gresik terlibat kegiatan pengembangan kedelai seluas 75 ha. Kerjasama tersebut meliputi teknis pengelolaan lahan, pemeliharaan dan perawatan tanaman dengan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP), Unit Permodalan Kelompok Petani (UPPKP), Muspika dan Kontak Tani Andalan (KTNA). Semen Gresik menyediakan pembiayaan untuk benih, pupuk dan pendampingan kegiatan pengembangan.
Di Pati
Semen Gresik bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kab Pati dalm bentuk pengadaan sarana produksi untuk pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (SLTP) Padi di Kab Pati. Penandatanganannya sudah dilakukan tanggal 23 Januari 2009 meliputi teknis pengelolaan lahan, pemeliharaan dan perawatan tanaman. Lahan yang menjadi obyek penanaman padi seluas 100 ha meliputi 4 desa di Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Kayen