Efisiensi Angkat Laba Semen Gresik

Jakarta: Laba bersih PT. Semen Gresik (Persero), Tbk diperkirakan tumbuh 35% menjadi Rp 3,40 triliun pada tahun lalu dibandingkan dengan perolehan pada 2008, karena ditopang oleh pertumbuhan operasional dan efisiensi.

“Laba bersih 2009 naik sekitar 35% dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 2,52 triliun,” tutur Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto. Pendapatan perseroan pada tahun lalu menjadi Rp 14,04 triliun dibandingkan dengan perolehan pada 2008, yaitu Rp 12,21 triliun. Peningkatan kinerja keuangan tersebut seiring dengan peningkatan volume penjualan menjadi 17,6 juta ton pada 2009 atau naik tipis 0,57% dibandingkan dengan posisi pada tahun sebelumnya 17,66 juta ton. Apabila dihitung hanya penjualan di pasar domestik, Semen Gresik mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi yaitu mencapai 2,94% dari 16,66 juta ton pada 2008 menjadi 17,15 juta ton pada 2009.

Kepala Divisi Komunikasi Semen Gresik Saifudin Zuhri menjelaskan, konsumsi semen nasional pada 2009 hanya naik 0,87% menjadi 38,42 juta ton dari sebelumnya 38,09 juta ton. “Artinya, pangsa pasar domestik Semen Gresik pada tahun lalu mencapai 44,64%,” ujarnya. Dia memaparkan permintaan semen di kawasan timur Indonesia naik dan menyebabkan kinerja Semen Gresik positif.

“Laju pertumbuhan infrastruktur di wilayah timur meningkat, sehingga penjualan Semen Tonasa yang menguasai wilayah itu juga meningkat pesat,” tuturnya. Penjualan PT. Semen Tonasa, anak perusahaan Semen Gresik yang berlokasi di Sulawesi Selatan, naik 13,84% pada 2009 menjadi 3,62 juta ton dari posisi 2008 yaitu 3,18 juta ton. Analis PT. Danareksa Sekuritas Chandra Pasaribu mengatakan pertumbuhan penjualan Semen Gresik tahun ini akan mencapai 8%. “Kami memberikan target harga Rp 8.500 per saham hingga 12 bulan ke depan,” ujar Chandra.


Belanja Modal

Dwi memaparkan perseroan akan memenuhi belanja modal pada tahun ini senilai US$400 juta dengan kas internal perseroan. Kami akan memenuhi kebutuhan belanja modal tahun ini senilai US$400 juta dengan kas internal perseroan. Kami telah membicarakan rencana ini dengan dewan komisaris. Kami belum memasukkan rencana lain, seperti akuisisi perusahaan semen,” tuturnya.

Dari belanja modal US$400 juta, Semen Gresik mengalokasikan berkisar US$150 juta bagi pengembangan non strategis bagi maintenance dan peningkatan kapasitas produksi. Sisanya, akan ditujukan bagi pengembangan strategis, yaitu pembangunan pabrik baru dan pembangkit listrik. Dwi menuturkan belanja modal tersebut juga untuk membangun pabrik pengemasan dan perbaikan distribusi semen di Papua. “Kami akan menggunakan kas internal senilai Rp150 miliar bagi tahap pertama pembangunan pabrik pengemasan dan distribusi semen di Papua,” katanya.

Selanjutnya, perseroan juga tetap merencanakan akuisisi perusahaan semen di Asia Tenggara yang akan dilaksanakan pada tahun ini atau tahun depan. “Kami masih terus menjajaki rencana akuisisi perusahaan semen di Asia Tenggara. Kalau bisa, dalam tahun ini atau tahun depan, tapi pada intinya strategi ini tidak dibatasi waktu,” katanya. Harga saham Semen Gresik kemarin ditutup pada level Rp7.750 atau turun 0,64% dibandingkan dengan penutupan perdagangan 15 Januari 2010, yaitu Rp7.800. mengacu pada harga tersebut, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp45,96 triliun.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy