Tanggung jawab sosial Perseroan dalam bidang ekonomi difokuskan pada upaya pengembangan pola pendampingan usaha kecil dan koperasi, baik terkait atau tidak dengan bisnis Semen Gresik. Secara teknis, tanggung jawab itu dilakukan dengan penyaluran dana dan pembinaan kesinambungan, yang mengedepankan aspek pemerataan, kemandirian, profesionalitas, dan etika.
Terkembangnya pola pendampingan usaha kecil dan koperasi diharapkan akan memacu potensi usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri (termasuk layak berhubungan dengan bank dalam pengelolaan finansial usahanya).
BIDANG EKONOMI
PENDAMPINGAN
Prinsip dasar yang menopang pola pendampingan Perseroan berdasarkan pada pemantapan Tridaya, yaitu daya tahan, daya tarik dan daya saing dari kekuatan ekonomi komunitas. Melalui pendampingan Tridaya itu, kelompok usaha lokal yang berbasis komunitas mengelola sumber daya yang ada dan masuk kepada penataan kemitraan baru dengan Perseroan, atau di antara mereka sendiri, untuk menciptakan pekerjaan baru dan merangsang kegiatan ekonomi wilayah. Ciri utama pendampingan Perseroan kepada kekuatan ekonomi lokal dititikberatkan pada “endogenous development”, yaitu menggunakan potensi sumber daya manusia, institutional, dan fisik setempat.
Ditahun 2009 ini Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Semen Gresik telah menyalurkan bantuan dana dalam bentuk pinjaman, hibah dan pembinaan lainnya kepada mitra binaan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Pekanbaru, Lampung, Jambi, Bengkulu, Sulawesi dan Gorontalo. Bidang usaha yang telah dibina sampai dengan tahun 2009 yaitu : perdagangan alat sekolah, onderdil kendaraan, sandang pangan, bahan bangunan, peracangan, peternakan sapi, domba, itik dan ayam; kerajinan batik, sarung, songkok, tas tempurung, anyaman bambu, bordir, sulam, kerajinan emas/perak, gerabah; industri pakan ternak, pengolahan kayu, sepatu, alat rumah tangga, mainan anak, genteng/beton; jasa perbengkelan, penjahitan, vercrom, angkutan, cleaning service, periklanan, photography, koperasi umum serta jasa percetakan/sablon, salon kecantikan; pembuatan kue dan makanan ringan, industri coconut oil, dan lain-lain.
Biaya produksi untuk barang tertentu yang terus meningkat, keterbatasan modal, rendahnya kemampuan sumber daya manusia serta masih lemahnya daya beli masyarakat, masih saja menjadi kendala bagi setiap pengusaha kecil & menengah. Belum lagi ditambah dengan semakin banyaknya persaingan dari pengusaha lokal maupun produk-produk import yang membanjiri Indonesia dengan tampilan yang lebih menarik dan harga relatif murah. Hal-hal seperti tersebut di atas mendorong para pengusaha kecil & menengah berupaya mendapatkan bapak asuh yang diharapkan dapat memberikan bimbingan maupun suntikan modal kerja dengan bunga rendah. Oleh karenanya peran BUMN Pembina menjadi sangatlah penting dalam membantu meningkatkan kehidupan ekonomi & sosial masyarakat.