Eksekusi Saham Rajawali di Semen Gresik Tunggu Izin Menkeu

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menunggu keputusan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani selaku kuasa pemegang saham pengendali terkait pembelian 73,847 juta saham (1,25%) milik Rajawali Corporation di PT Semen Gresik Tbk (SMGR).

"Kita masuh tunggu dari Kementerian Keuangan terkait pembelian saham Rajawali di Semen Gresik," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/4/2010).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sudah siap untuk melakukan eksekusi terhadap saham tersebut. Kementerian BUMN sudah menunjuk PT Danareksa dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk mencari BUMN yang tepat untuk membeli saham tersebut.

"Kalau Menkeu merasa perlu ada tambahan kepemilikan lalu bilang ke kita, ya kita sudah siap. Saat ini sudah ada beberapa BUMN yang siap masuk dalam posisi menunggu," ujarnya.

Sebelumnya, Rajawali Corporation melalui anak usahanya Blue Valley membuka penawaran kepada pemerintah untuk membeli sisa saham SMGR yang dimiliki perseroan senilai Rp 516,929 miliar. Harga penawaran dipatok Rp 7.000 per saham.

Semula, Rajawali melalui Blue Valley memiliki 1,476 miliar (24,9%) saham SMGR, namun Rajawali yang merupakan perusahaan milik Peter Sondakh itu melepaskan 23,65% kepada investor strategis. Harga divestasi ditetapkan Rp 7.000 per saham, sehingga total nilai divestasi ini mencapai Rp 9,821 triliun.

Sebelum Rajawali menjual saham di Semen Gresik, komposisi kepemilikan sahamnya adalah pemerintah RI (51,01%), Blue Valley (24,9%), Deutsche Bank AG (3,32%), dan publik (20,88%).
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy