Empat produsen semen di dalam negeri akan merealisasikan perluasan usaha (ekspansi) senilai US$ 490 juta pada tahun ini. Dengan ekspansi itu, total kapasitas terpasang industri semen nasional akan meningkat sekitar 4,6 juta ton menjadi 48,6 juta ton pada tahun ini. Empat produsen semen itu adalah PT Semen Andalas merampungkan rekonstruksi pabrik di Aceh pada kuartal I 2010 senilai US$ 150 juta. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk akan merealisasikan pembangunan cement mills di Cirebon dengan kapasitas satu juta ton senilai US$ 45 juta.
Sedangkan PT Semen Bosowa akan merealisasikan pembangunan cement mills di Batam dengan kapasitas satu juta ton senilai US$ 45 juta. PT Semen Tonasa akan merealisasikan pabrik baru (Tonasa V) dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton senilai US$ 250 juta.
Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono menjelaskan, upaya ekspansi itu dilakukan dengan membangun unit pabrik baru ataupun menambah kapasitas terpasang. Tanpa ekspansi, Indonesia akan berhadapan dengan kekurangan pasokan semen.
”Saat ini produksi industri semen nasional di ambang kritis. Jika tidak dilakukan ekspansi, akibatnya akan sulit diprediksi apalagi bila salah satu industri semen ada yang mengalami kerusakan,” jelasnya kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.
Pada akhir 2009, lanjut dia, industri semen nasional memiliki kapasitas terpasang sebanyak 44 juta ton. Sedangkan produksi semen nasional mencapai 38,7 juta ton. Dengan demikian, tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) industri semen nasional sudah mencapai level 87,95% pada 2009. ”Angka itu hampir memasuki level kritis atau berbahaya. Sebab, untuk keamanan produksi, batasan maksimal utilisasi industri semen 80%,” paparnya.
Dengan utilisasi yang melampaui batas maksimal, Urip menilai, jika terjadi kerusakan pada fasilitas produksi pabrik semen bisa berdampak pada terhentinya produksi satu korporasi. ”Untuk itu, ekspansi besar-besaran akan dimulai tahun ini,” ucapnya.
Berdasarkan catatan ASI, utilisasi PT Semen Gresik mencapai 105%, Semen Tonasa 104%, Semen Padang 111%, Indocement 78%, dan Holcim 66%. ”Utilisasi Holcim rendah disebabkan ada beberapa unit produksi klinker yang dimatikan,” paparnya.
Membesar
Menurut dia, ekspansi produsen semen akan semakin besar pada 2011-2014. PT Semen Gresik Tbk akan merealisasikan pembangunan pabrik baru pada 2012 dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton.
Selain itu, PT Semen Baturaja akan menambah kapasitas produksi sekitar 1,5 juta ton pada 2014. PT Holcim Indonesia Tbk juga akan membangun pabrik baru dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton pada 2014. PT Semen Padang berencana membangun pabrik baru dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton pada 2015. Semen Bosowa juga berencana membangun pabrik baru di Sulawesi berkapasitas 2,5 juta ton.
Urip menjelaskan, ekspansi itu dilakukan seiring dengan prediksi pertumbuhan pasar semen nasional 2010 yang ditaksir meningkat 5-6% menjadi 40,63 juta ton dibanding tahun lalu yang sebesar 38,7 juta ton. ”Pertumbuhan pasar semen tahun ini akan dipicu oleh akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, rencana percepatan pembangunan proyek infrastruktur, dan pertumbuhan sektor properti yang mencapai 30%,” paparnya.
Secara terpisah, Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Tony Tanduk menjelaskan, dengan adanya ekspansi itu, produsen semen membutuhkan tambahan pasokan listrik dan batubara. Kebutuhan batubara untuk pabrik semen akan meningkat dari 6 juta ton pada tahun ini menjadi 8-9 juta ton pada 2014. “Sedangkan untuk listrik, dibutuhkan tambahan pasokan sekitar 200 megawatt,” tuturnya.