Enam produsen semen segera merealisasikan investasi US$ 1,12 miliar atau Rp 10,08 triliun (kurs Rp 9.000/US$) tahun ini. Investasi itu ditujukan guna meningkatkan kapasitas produksi 10,16 juta ton.
Enam produsen semen itu adalah PT Semen Tonasa, PT Semen Gresik Tbk, PT Semen Andalas, PT Semen Padang, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, dan PT Semen Bosowa. Para produsen semen tersebut beramai ramai menambah investasinya dengan cara membangun pabrik, memodifikasi lini produksi, dan merevitalisasi mesin guna mengantisipasi kekurangan (shortage) di pasar domestik pada 2012 sekitar lima juta ton.
Berdasarkan data rekapitulasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pada periode Januari-Juni 2010, enam proyek investasi semen itu sudah mulai berjalan dan tinggal menunggu jadwal operasional.
“Proyek investasi semen yang paling baru dilakukan oleh PT Semen Gresik, PT Semen Bosowa, dan PT Semen Padang. Semen Gresik mulai membangun pabrik Tuban IV sekitar April 2010 dengan nilai US$ 350 juta,” kata Direktur Industri Kimia Hilir Kemenperin Tony Tanduk kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.