Semen Gresik Perbesar Energi Alternatif

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) akan terus memperbesar penggunaan energi alternatif seiring tren kenaikan harga energi. Saat ini, seiring agenda pemulihan ekonomi, harga minyak dan komoditas komplementernya, termasuk batubara, beranjak naik.

"Kami terus mencermati pergerakan harga energi. Kenaikan harga tentu akan berpengaruh ke ongkos produksi perseroan," ujar Dirut SMGR Dwi Sutjipto di Hotel Shangri-La, Surabaya, Rabu (10/3/2010).

Dwi mengatakan, perseroan memenuhi kebutuhan energi lewat dua model kontrak pengadaan, yaitu spot dan kontrak berjangka. Dalam kondisi harga yang fluktuatif, SMGR akan lebih memaksimalkan pengadaan energi lewat kontrak berjangka. Sedangkan jika harga energi dalam tren melandai, perseroan akan membeli energi lewat kontrak spot dengan catatan harga saat itu lebih rendah dibanding harga dalam kontrak berjangka.

Dwi menjelaskan, dalam setahun perseroan menghabiskan 1,2 juta ton batubara untuk produksi semen sebesar 9 juta ton. Melihat kebutuhan yang besar tersebut, perusahaan pelat merah itu akan mencoba memperbesar penggunaan energi alternatif, seperti dari limbah berbagai industri.

"Dalam 3 tahun ke depan, kami menargetkan komposisi energi alternatif akan mencapai 5% dari total kebutuhan energi. Itu sudah sangat membantu perseroan dalam mengurangi energy cost. Sekarang ini porsi energi alternatif baru 1%-2%," jelasnya.

Perseroan sudah mulai merintis pemasangan alat-alat energi alternatif sejak 2007. Tahun lalu pemasangan alat itu juga terus disempurnakan.

Dia menambahkan, kendala penggunaan energi alternatif ada pada pengumpulan limbah. Dwi mencontohkan, untuk menopang pabrik di Semen dan Tuban, belum ada perusahaan pengumpul limbah di Jatim.

"Makanya, kami akan bekerja sama dengan perusahaan pengumpul limbah yang rencananya akan berinvestasi di Jatim," kata Dwi
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy