Berkat rahmat Allah dan kerja keras, serta semangat tinggi yang masih terus bergelora di hati pegawai SG, hingga pada bulan ke empat 2009, perusahaan masih mampu mencapai target volume penjualan di tengah hempasan badai krisis yang melanda dunia. Terbukti dengan pencapaian total volume penjualan SG di bulan April 2009 mecapai 737.036 ton atau 103,81%.
Jalinan hubungan yang kuat dengan para pelanggan SG, sebagai saluran distribusi produk SG, menjadi hal yang penting dalam mendukung pencapaian target penjualan. Misalnya saja acara temu palanggan yang tahun ini fokus perhatiannya lebih ke daerah sehingga penyebarannya lebih luas dengan beaya yagn lebih hemat. Demikian Teddy B Setyadi Kadiv Penjualan menyampaikan faktor lain yang dominan dalam meraih target perusahaan di bulan lalu. ”Kita akan terus melakukan pendekatan dengan para pelanggan melalui berbagai program promosi. Realisasi program promosi dilakukan secara spot, bukan per bulan, agar lebih tepat sasaran dan setiap keluhan akan segera direspon dengan cepat. Untuk itu diperlukan dukungan dari semua pihak, baik unit kerja terkait maupun tidak,” jelasnya.
”Berbagai hambatan logistik, sejak bulan lalu mulai menurun,” ujar Amat Pria Darma, Kadiv Transportasi & Distribusi menambahkan sebagai faktor lain pencapaian target penjualan. Begitupun ongkos trayek angkutan yang semakin berkurang akibat permintan pasar utama yang semakin meningkat. Juga adanya penggantian beberapa gudang SG dengan gudang distributor sehingga ongkos trayek angkutan otomatis menurun. ”Selain itu dalam waktu dekat, packing plan di Ciwandan bakal selesai. Hal ini akan lebih banyak mengurangi bea transport, sebab melalui kapal jauh lebih murah,” jelasnya.
Meskipun demikian, lanjut Darma, kondisi ini tidak boleh membuat kita terlena, karena target penjualan pada bulan selanjutnya akan terus meningkat. Ia mencontohkan RKAP bulan Mei 2009 adalah 783.000 ton atau meningkat 10,28% dibanding bulan sebelumnya. Dan biasanya target penjualan tertinggi ada di dua bulan sebelum hariraya Idul Fitri. ”Meskipun demikian kita tetap optimis, melihat kebangkitan geliat pasar yang mulai terasa hingga pertengahan bulan ini,” ujarnya.
Guna mendukung kelancaran perusahaan dalam mencapai target penjulan hingga akhir tahun, divisinya akan merelease program baru. Program tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan pengawasan jalur distribusi agar sesuai dengan target perusahaan. Program ini dilakukan dengan memasang sebuah chip di truk, sehingga kehadiran truk yang mengangkut semen dapat di pantau di pos-pos pantau yang telah disebar di beberapa daerah tujuan pengiriman semen. Teknologi yang digunakan biasa dikenal dengan Radio Frequency Identify (RFID). Demikian juga di Seksi Packer yang merelease semen ke truk angkutan. Teknologi ini dianggap lebih efektif jika dibandingkan dengan penggunaan cap stempel dan antrian STNK yang selama ini biasa dipakai. ”Rencananya masih akan di tempatkan di daerah yang dianggap rawan,” jelas Darma.