Aktivitas Gugus Kendali Mutu (GKM) di banyak perusahaan semakin sedikit bahkan hilang sama sekali. Tetapi sebaliknya di Semen Gresik, kegiatan ini justru lebih difokuskan, terutama dalam penanganan hal-hal yang sepele dan rumit menjadi bermanfaat untuk perusahaan.
Hal ini disampaikan oleh Dirut PT Semen Gresik Dwi Sutjipto saat membuka Konvensi Mutu Semen Gresik di Gedung Pusat Penelitian Semen Gresik (23/12/2009). "Semuanya bersifat brainstorming ditunjang speech with data, dan keseriusan dalam bidang garapan. Ini patut untuk diacungi jempol," ujarnya.
Keberhasilan GKM Semen Gresik menyabet penghargaan, baik skala nasional dan internasional, saat tahap Plan Do Check Action (PDCA) terus diputar sebagai kesatuan dari continous improvement. Metode yang dipakai dengan memulai perbaikan dari lingkup kecil, dekat dan gampang dulu, baru menginjak ke masalah yang lebih besar.
"Good will, perhatian dan dorongan pimpinan unit kerja adalah kekuatan tersendiri," tukasnya.
Ada stereotype yang salah, lanjut Dwi, yaitu kegiatan GKM hanya bermanfaat dilaksanakan di sektor manufaktur, produksi atau pemasaran adalah keliru. Dalam historisnya, GKM justru unggul diaplikasikan di sektor jasa. "Kalau di perusahaan kita di sektor supporting, silahkan terus dicoba nanti akan tahu hasilnya," ungkap Dwi.
Lebih lanjut Dwi mengatakan, kontinuitas SG menyelenggarakan event tahunan tentang mutu ini, patut mendapatkan apresiasi, karena banyak perusahaan yang dulunya begitu getol melakukan kegiatan ini, akan tetapi akhir-akhir ini semakin turun. Sedangkan di SG malah sebaliknya.
Lewat kegiatan internal KMSG 2009 ini, nantinya akan diseleksi para 'jago' yang nantinya akan bertarung di event nasional maupun internasional. Keberhasilan di kancah konvensi mutu nasional maupun internasional, tentu membawa citra SG semakin harum di mata dunia. Selamat berkonvensi, dan bagi yang belum sempat berpartisipasi tahun ini.