Kepedulian Semen Gresik terhadap pembangunan daerah di Tuban tidak bisa dipungkiri, setelah sebelumnya membantu pembuatan gapura perbatasan kota, pengurukan Terminal Wisata Tuban, pembuatan hutan kota dan bantuan sarana prasarana lainnya baik di kota maupun daerah sekitar ring pabrik yang tidak terhitung banyaknya.
Kini, SG kembali membantu proyek prestisius Pemkab Tuban yaitu pembuatan taman kota di Pantai Boom Tuban. ”Saat ini proyek yang sedang berjalan adalah pekerjaan pengurukan lokasi,” ujar Abdul Rahmat, Staf Dinas Pekerjaan Umum & Pengairan Tuban di lokasi.
Pengurukan yang dimaksud adalah me-revitalisasi bekas jalan atau daratan yang menjorok ke laut sebelah utara pasar Atom Tuban di kawasan pantai Boom yang konon dimasanya dulu merupakan salah satu pelabuhan besar, pernah juga sebagai tempat pendaratan tentara Tar-Tar China saat dikejar tentara Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit.
Saat ini kondisi daratan yang menjorok ke laut yang panjangnya mencapai 703,50 meter ini sangat memprihatinkan. Terlihat penyempitan di sana-sini karena erosi akibat terpaan ombak. Dibeberapa bagian khususnya yang berjarak sekitar 20-30 meter dari ujung paling utara daratan, malah tinggal jalan setapak yang jika dibiarkan tidak lebih dari sebulan akan hilang dimakan ombak.
”Untung Pemkab tanggap terhadap kondisi ini, sehingga pantai Boom yang memiliki nilai historis ini tidak musnah begitu saja,” tambah Rahmad. Kedepan, urainya, konsep yang akan diangkat adalah dijadikan semacam arena wisata atau taman kota yang menjorok ke laut. Lokasi ini juga dilengkapi dengan sarana bermain untuk anak, bangku-bangku kecil untuk bersantai, serta area pejalan kaki berupa trotoar yang kanan kirinya dipenuhi tanaman dan air mancur.
Proyek tersebut direncanakan akan tuntas dalam waktu enam bulan, diharapkan setelah enam bulan lokasi ini akan berubah wajah dan fungsi menjadi salah satu tujuan rekreasi keluarga yang cukup representatif. Terlebih tempatnya pun sangat strategis, berada di tengah kota, dekat dengan makam Sunan Bonang, pusat pemerintahan, alun-alun kota dan tidak jauh dari Goa Akbar.
Bentuk daratan ini nantinya diusahakan menyerupai bentuk aslinya sebelum terjadi kerusakan yaitu seperti huruf ’b’ (kecil). Ketika masuk dari pintu utama luas daratannya, lebar 60m x panjang 450m, kemudian daratan sisanya sampai ujung paling utara yang masuk kelaut L.18m x P.353,50m.
Untuk merealisasikan proyek prestisius ini Pemkab Tuban kembali ’menggandeng’ SG agar turut serta berpartisipasi dalam pengerjaan beberapa bagian khusunya pengurukan. Volume total yang diajukan Pemkab sebelumnya adalah 24.500 m³ tetapi oleh manajemen disetujui separuhnya, yaitu 12.250 m³. Meskipun hanya setengah jika di-rupiahkan hampir mencapai 0,9 Miliar, sebuah jumlah yang tidak sedikit untuk sebuah kontribusi. ”Semoga kontribusi positif SG ini akan ’dianggap’ Pemkab dengan minimal ada atribut SG dilokasi wisata tersebut”, harap Tatang. Destyanto, Staf Bina Lingkungan Tuban yang juga sebagai pengawas dari SG saat dilokasi pengurukan.
Terkait dengan permintaan bantuan Pemkab ini, Faf Adisamsul, Kabag. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, mengatakan bahwa semua bantuan yang diberikan SG baik kepada masyarakat maupun Pemkab semata-mata dilakukan untuk menjaga hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat, sehingga pada gilirannya nanti akan membentuk image corporate yang baik masyarakat terhadap perusahaan.