Harga Saham Semen Berpotensi Naik

Kita tentu turut berduka atas bencana gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat, serta di Sumatera Barat. Gempa bumi menewaskan ribuan orang serta memorakporandakan jalan, berbagai gedung, serta rumah penduduk.

Tapi, acapkali di balik bencana ada berkah. Sebagai contoh, permintaan semen akan meningkat bagi proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana alam. Ini boleh dibilang menjadi berkah bagi perusahaan semen.

Maklum, selain menewaskan manusia, ribuan bangunan hancur digoyang gempa. Gempa di Tasikmalaya sebagai contoh, merusak ribuan rumah, menghancurkan 351 gedung sekolah, 87 gedung perkantoran rusak berat, 159 kantor rusak ringan, 517 tempat ibadah rusak berat, dan 1.036 tempat ibadah rusak ringan. Taksiran total kerugian gempa di pesisir selatan Jawa Barat itu sekitar Rp 1 triliun.

Gempa Sumatera Barat lebih dahsyat lagi. Gempa tersebut nyaris membuat kota Padang dan Pariaman rata dengan tanah. Belum ada kepastian angka nilai kerugian akibat gempa yang terjadi akhir September 2009 ini. Berdasarkan perkiraan sementara, total nilai kerugian fisik gempa Sumatera Barat bisa mencapai Rp 5 triliun.

Menurut perkiraan Analis Kresna Graha Sekurindo Mardesiana, tahun ini total penjualan semen akan flat alias sama dengan tahun lalu yakni mencapai 38 juta ton. Tahun ini, penopang penjualan semen masih dari proyek properti, serta proyek infrastruktur pemerintah. "Proses rekonstruksi pascagempa mungkin baru berlangsung tahun depan sehingga dampaknya belum terasa tahun ini," katanya.

Analis Bhakti Securities Reza Nugraha juga memperkirakan kontribusi permintaan semen dari proses rekonstruksi pascagempa belum signifikan bagi pertumbuhan penjualan semen tahun ini. "Perbaikan pascagempa memicu permintaan semen tahun depan," tuturnya.

Tapi Reza yakin permintaan semen tahun ini masih bisa tumbuh 5% menjadi 39,9 juta ton. Sebab berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), penjualan semen terus membaik. Juli 2009, penjualan semen domestik year on year tumbuh 2,8%. Agustus 2009, penjualan semen tumbuh 7,5% daripada periode yang sama 2008.

Kendati begitu, penjualan semen sepanjang Januari-Agustus 2009 masih lebih lebih rendah 3,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 25,6 juta ton.

Reza juga melihat permintaan semen di Indonesia masih rendah ketimbang negara lain. Rata-rata permintaan semen di Indonesia sekitar 140 kilogram (kg) per orang per tahun. Padahal di Thailand bisa mencapai 417 per kg per orang , dan 290 kg per orang di Vietnam.

Agra Pradita Sutiono, Analis Asia Kapitalindo Securities menilai, saham semen masih bisa menjadi lahan investasi. Sebab, harga saham emiten semen masih berpeluang naik 7%-8% hingga akhir tahun ini.

Hitungan Mardesiana, tahun ini harga saham emiten masih bisa naik lebih dari 5%. Malah, Kalkulasi Reza, kenaikan harga saham semen bisa mencapai 15% hingga akhir tahun.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy