Harus Konsisten Dengan Nilai-nilai Yang Diyakini

Keunggulan Kompetitif

 


Pola perilaku yang berbeda di antara tiap-tiap perusahaan, menyebabkan suatu perusahaan memiliki ciri-ciri khusus, budaya yang berlaku di tempat kerja itu akan menjadi pendorong semangat kuat atau sebaliknya terhadap kinerja perusahaan.  

Mengingat arti pentingnya peran budaya perusahaan dalam mewujudkan kinerja terbaiknya, maka pada Raker yang digelar di gedung PPS 3 April 2009 diawali dengan seminar mengenai budaya perusahaan. 

Satyo Fatwan, Managing Director Dunamis Organization Service membawakan materi yang selaras dengan tema Raker yaitu: ‘Memantapkan Sinergi Korporasi Melalui Budaya Perusahaan Untuk Mencapai Kinerja Unggul’.

Satyo mengawali presen­tasinya dengan menyatakan  pada era pengetahuan dan informasi terjadi perubahan yang drastis pada cara pandang perusahaan terhadap SDMnya, sehingga tantangan yang dihadapi perusahaan juga berbeda. Diperlukan sebuah keselarasan organisasi yang didukung pemimpin yang hebat dan individu yang efektif untuk menghasilkan kinerja yang unggul.  “Saat kebutuhan para pemangku kepentingan diselaraskan dengan sistem esensial: sistem eksekusi, sistem pengelolaan SDM, sistem proses utama dan sistem umpan balik pelanggan yang dilandasi budaya perusahaan akan menghasilkan kinerja gemilang,” jelasnya. 

Sebagai senior konsultan di Dunamis, lelaki yang bergabung sejak 1996 ini  mengutip pernyataan  Edward Deming, “Jika kita menempatkan 100 orang baik ke dalam sistem yang buruk, 97 orang akan menjadi buruk.”  Oleh karenanya dalam mengubah budaya, perusahaan harus mengubah paradigma orang-orangnya serta proses atau sistemnya. “Karena budaya organisasi adalah perilaku orang-orang dalam organisasi sesuai dengan nilai-nilai organisasi, yang dilakukan oleh seluruh pimpinan dan pegawai, pada hampir setiap waktu,” jelasnya.  

Diperlukan sebuah transformasi budaya organisasi dari budaya yang kurang kuat ke budaya yang kuat dan sesuai dengan visi, misi dan nilai-nilai perusahaan.  “Tahapan meto­dologi pengembangan budaya organisasi diciptakan dari kesadaran, pemahaman dan implementasi dengan pemimpin sebagai role model,” kata seorang yang sudah 14 tahun berpengalaman di berbagai posisi di IBM.

Menurutnya fungsi budaya organisasi meliputi: sebagai pengikat, kekuatan, identitas organisasi, tuntutan kepe­mimpinan dan pencipta nilai bagi organisasi. Bapak berputra dua ini juga mengungkap beberapa catatan statistik perusahaan yang tumbuh lebih baik berkat budaya perusahaan yang kuat.  Tercatat bahwa perusahaan dengan budaya yang kuat bisa mencapai return on invest 417% lebih tinggi dibanding dengan perusahaan pesaing yang belum mempunyai budaya yang kuat.  Juga dalam waktu 11 tahun perusahaan dengan budaya kuat bisa mencapai rata-rata 571% pendapatan operasi lebih tinggi di banding perusahaan yang belum mempunyai budaya kuat. Selain itu perusahaan dengan budaya yang kuat mencapai kenaikan harga saham sebesar 363% lebih tinggi dibanding perusahaan yang belum mempunyai budaya kuat.

Akhirnya ia berkesimpulan kompetitor dapat saja mengcopy produk, sistem, struktur dan mencuri orang-orang dari perusahaan kita, tetapi mereka tidak bisa mencuri budaya perusahaannya.  “Jadi budaya yang kuat hanya dapat dibentuk dari impelementasi nilai-nilai perusahaan secara konsisten dan budaya yang kuat dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan,” pungkasnya.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy