Hasil Memuaskan di Ajang Mutu Nasional & Internasional

Berinovasi atau mati, kalimat tersebut mengemuka di dua ajang bergengsi yaitu Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional (TKMPN) XII digelar di Bali dan IQC 2008 di Bangkok, Thailand.  “Memang sudah saatnya SG berupaya melahirkan inovasi-inovasi baru yang berbeda dan berkualitas di semua bidang, karena jika tidak perusahaan akan tertinggal dengan pesaing,” ungkap Indrati,  Kabag Pengelolaan SMSG. Sebuah forum yang menjadi tempat untuk mendemonstrasikan karya unggulan dari kelompok mutu antar perusahaaan se Indonesia berlangsung  lima hari di Denpasar Bali, 1-5 Desember 2008. Dengan persiapan yang memadai, SG mengirim 5 kelompok mutu  dalam ajang yang bertema Membangun Bangsa Melalui Peningkatan Mutu & Produktivitas, walhasil mereka memperoleh 2 emas dan 3 perak, sebuah prestasi yang membanggakan. Para duta SG tersebut, ujar Indrati antara lain: 5R Seksi Instrument I Tuban memperoleh emas dengan  makalah berjudul: Meningkatkan Produktivitas Kerja Melalui Budaya 5 R; 5 R Seksi Pemeliharaan Mesin Gresik memperoleh perak dengan judul: Meningkatkan Produktivitas Kerja Melalui Penerapan Budaya 5R; SS Djin dari Seksi Inspeksi Pemeliharaan mendapat perak dengan judul: Mempercepat Proses Pekerjaan Insert Balancing di Fan Blower Cooler Tuban I dari 80 menit menjadi 27 menit; SS Gado-Gado dari Seksi Packer Gresik mendapat Perak dengan judul: Menekan Gangguan Setting Timbangan Packer dan SS Bemo dari Seksi Bengkel Mesin Tuban yang mendapat emas dengan judul: Menurunkan Frekuensi Gangguan Proses Gouging Roll HRC. Konvensi nasional yang bersamaan dengan ajang  International Quality & Productivity Convention (IQPC) ini diselenggarakan oleh Wahana Kendali Mutu (WKM) dan Asosiasi Fasilitator Indonesia (AFI), dibuka oleh Eman Suparno Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi RI. Yang lebih membanggakan lagi sebelumnya dua duta SG di ajang The International Quality Convention (IQC)  2008 di Bangkok, Thailand, 27-29 Nopember 2008 mendapat nilai memuaskan 87 (Excellent)  yang diraih GKM Ganesa dan SS Just Jess Joss.  Perusahaan patut berbangga dengan penampilan wakil perusahaan yang lancar menjawab semua pertanyaan dari penonton, “Mereka layak dibanggakan,” ujar Indrati. IQC 2008 yang bertema: ‘Energizing Customer Value through Quality, Productivity & Innovation’, dirancang sebagai forum yang memberikan apresiasi kepada berbagai kelompok mutu seperti GKM dan SS. Hari pertama diawali dengan seminar yang mengungkap berbagai pengalaman dalam penerapan manajemen mutu di berbagai negara, dengan menghadirkan 6 pembicara: Prof. Seiichi Fujita dari Jepang yang membawakan Driving Productivity Through Kaizen.  Pembicara kedua, Y Bhg Dato’ Nik Zainah Nik Abdul Rahman dari Malaysia yang memaparkan Energizing Customer Value Through Quality, Productivity and Innovation. Pembicara ketiga Mr. A. K. Maheswari dari Thailand yang membawakan Striving for Quality Leadership. Pembicara keempat Mr. Korsak Chairasmisak dari Thailand yang mempresentasikan: Insearch of Service Excellence: The 7-11 Ant Mission and Bee Mission.  Pembicara kelima: Mr. Gary L Bargenquast dari Thailand yang menyajikan: The Future of Quality: Innovation’.  Dan pembicara keenam adalah Dr. Lars Sorqvist, dari Swedia dengan materi: A Generic Framework for Problem Solving.’ Konvensi ini diikuti 30 kelompok mutu dari negara-negara Asia, dari Indonesia diwakili 7 perwakilan mutu dari PT SG, PT Pupuk Kaltim, PT Pertamina, dan PT Antham. Sedangkan SG dalam even ini mengirim 2 kelompok mutu: Pertama, GKM Ganesa dari Seksi Pemel. Mesin Finish Mill Tuban yang membawakan judul ‘Mengurangi Frekuensi Down Time Skew Hidrolis System di 543 CRI Tuban Plant sampai 70% selama 5 bulan yang berhasil mengurangi loss production lebih dari 2 milyar dalam 2 bulan menjadi hanya 4 juta setelah diadakan perbaikan. Kedua, Pokja SS Just Jess Joss dari Seksi Instrumen Kiln Coal Mill Tuban membawakan makalah berjudul: Mengurangi Problem Metal Detector Alarm yang mampu menghemat biaya sekitar 66 juta.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy