Ibu Negara Tinjau UKM Semen Gresik

Untuk membantu sekaligus memberdayakan usaha Mikro, Kecil dan Menengah pemerintah meluncurkan Program Kredit Usaha Kecil (KUR) yang juga lazim disebut Kredit SBY karena program ini diluncurkan oleh Presiden SBY di Gedung BRI Jakarta, 5 November 2007. Selain itu,  Presiden   juga sering menyingung manfaat KUR dalam berbagai kesempatan kunjungan kerjanya di berbagai daerah guna sosialisasi program dimaksud.
Pada kunjungan kerja Presiden beserta Ibu Ani Yudhoyono ke Tuban 18 Februari 2009 lalu yang dipusatkan di alon-alon kota Tuban, berlangsung pula acara penyerahan bantuan langsung masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2009 untuk Provinsi Jawa Timur serta peresmian proyek-proyek infrastruktur di Provinsi Jawa Timur.  Presiden SBY juga didampingi beberapa Menteri Kabinet Pembangunan V : Menko Kesra, Aburizal Bakrie, MenKomInfo, Muh. Nuh, MenSesNeg. Hatta Rajasa, Juru Bicara Kepresidenan, Andi Malarangeng serta  selaku tuan rumah : Gubernur Jawa Timur, Sukarwo, Pangdam. V Brawijaya, Pangarmatim dan Bupati Tuban, Haeny Relawati beserta jajaran terkait. Selain itu, hadir pula beberapa Dirut dari Bank Pemerintah selaku pemberi KUR dan beberapa Direktur dari perusahaan BUMN di Jatim,  dalam hal ini PTSG diwakili oleh Suparni, Direktur Produksi. 
Presiden beserta rombongan  menempatkan diri meninjau pameran yang  digelar Pemkab Tuban, dengan peserta dari beberapa Dinas, Sekolah dan UKM. PTSG juga berpartisipasi dalam pameran ini dengan menyertakan 2 UKM Binaan yaitu Batik Gedog dan Kerajinan Tangan. Ketika mengunjungi stand pameran PTSG, Presiden dan rombongan diterima oleh Suparni, Dir.Prod  dan Faf Adisamsul, Kabag. PKBL. Presiden dan Ibu sempat berdialog dengan Direktur Produksi perihal produk UKM binaan PTSG yang  tidak hanya dijual di pasar nasional, namun sudah diekspor ke beberapa negara di dunia. Saat dialog, Ibu Ani juga bercerita kalau pernah mengunjungi stand pameran PTSG ketika pameran di Beijing China. Di akhir kunjungan kepada Ibu Ani dan Mensesneg Hatta Radjasa berkenan menerima cinderamata dari UKM Binaan SG berupa tas kerajinan Enceng Gondok, sedangkan Menko Kesra Aburizal Bakri dan Mensesneg  berkenan menerima  kemeja batik gedog.  Sebelumnya, acara tersebut diawali laporan oleh Gubernur Jatim, Soekarwo dilanjutkan sambutan oleh MenKo.Kesra, Aburizal Bakrie. Penyerahan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat untuk Provinsi Jatim dilakukan oleh: Dirut. BRI senilai Rp. 1,603 triliun untuk 343.688 debitur, Dirut. Bank Mandiri senilai Rp. 159,17 milyar untuk 359 debitur, Dirut BNI senilai Rp. 122,79 milyar untuk 1.066 debitur, Dirut Bank Bukopin senilai Rp. 90,446 milyar untuk 293 debitur, Dirut. Bank Syariah Mandiri senilai 9,58 milyar untuk 366 debitur dan Dirut. BTN senilai Rp. 29,346 milyar untuk 176 debitur.
Presiden SBY didampingi MenKo. Kesra menyerahkan bantuan secara simbolis berupa  Bantuan Langsung Masyarakat PNPM Mandiri tahun 2009 untuk Provinsi Jatim senilai Rp. 1,448 triliyun untk 38 kabupaten/kota kepada Gubernur Jatim, bantuan benih dan pupuk dengan total nilai sebesar Rp. 3,852 milyar dan bantuan 5.350 Paket Sembako.  ”Program-program  yang telah dilakukan oleh pemerintah baik itu KUR maupun PNPM Mandiri  kesemuanya bertujuan agar rakyat makin sejahtera dan berkecukupan”, ungkap Presiden mengawali sambutan.  Kecukupan yang dimaksud, lanjut SBY,  adalah kecukupan dalam hal  sandang, pangan, papan, pendidikan, keamanan dan keadilan. ”Jika ada yang mengatakan kalau negara kita makin mundur, itu artinya dia tidak jujur, kasihan para pemerintah daerah yang telah bersusah payah untuk membangun namun tiada penghargaan, dan malah dicela” sambungnya. Presiden juga berterima kasih kepada para bupati/wali kota dan pimpinan daerah, serta peran serta pengusaha dan industri yang terus bersama-sama membangun perekonomian bangsa, walau kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu. Diakhir sambutan, Presiden berpesan agar semua komponen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, terus berjuang untuk memberantas korupsi, menciptakan birokrasi yang bersih, dan berjuang bersama-sama untuk kesejahteraan dan kemajuan bangsa ini. Acara dilanjutkan penandatanganan prasasti peresmian sejumlah proyek-proyek infrastruktur di Provinsi Jawa Timur antara lain : Proyek Jembatan Bajulmati , Desa Sitiharjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, senilai Rp. 35,27 milyar, Proyek Sistim Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, senilai Rp. 1,98 milyar, SPAM IKK Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, senilai 9,58 milyar, SPAM IKK Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolingo, senilai 2,05 milyar, SPAM IKK Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, senilai 2,05 milyar dan Pengembangan Prasarana Pedesaan (Air Minum, Sanitasi, Jalan Desa) Desa Sumber Jeruk, Kecamatan Jambesari Darussolah, Kabupaten Bondowoso, senilai Rp. 10,56 milyar. Acara Doa bersama yang dipimpin oleh Sutrisno, Kakanwil. Departemen Agama, Kabupaten Tuban sekaligus mengakhiri acara penyerahan simbolis bantuan langsung KUR dan PNPM Mandiri oleh Presiden.

 
 
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy