Improvement Bucket, dari Double ke Single Sprocket

Improvement adalah keniscayaan untuk sebuah keberlangsungan produksi. Demikian juga dengan apa yang dilakukan salah satu unit kerja pemeliharaan mesin di jajaran Divisi Produksi Semen. Dalam setahun terakhir ini ternyata ada beberapa improvement yang telah, sedang dan akan dilakukan Seksi Pemeliharaan Finish Mill Tuban.

Salah satu yang telah dilakukan adalah me-rechange (mengubah) sprocket 512 BE1 dari double sprocket menjadi single sprocket. “Hal ini dilakukan karena model bucket tersebut tidak ada duanya di Finish Mill, sehingga jika terjadi kerusakan kita kesulitan mencari spare-nya,” ujar Marjono, Planner PM. Finish Mill (29/6). Tidak ada duanya maksudnya satu-satunya bucket Finish Mill yang tidak menggunakan jenis single bucket, R857K43.

Ditambahkan Jono, sebelumnya bucket tersebut menggunakan jenis R4004G5, double sprocket yang dimensi bucket-nya lebih besar ketimbang yang lain. Ditopang 4 baut, sehingga sering sekali lubang baut maupun bautnya sendiri longgar, jika sudah demikian mau tidak mau harus di-servis, itupun belum tentu ada spare penggantinya.

Sebelumnya, jika ada kerusakan pada bucket, yang paling memakan waktu adalah soal mencari spare penggantinya. ”Untung saja bucket tersebut bukan equipment vital pada proses operasi, sehingga tidak begitu berpengaruh terhadap down mill,” tambah Jono. Tetapi meski demikian, jika pada proses perbaikan memakan waktu lama, pada akhirnya berpengaruh juga terhadap operasi mill.

Selain itu, jika terjadi keausan pada salah satu gear sprocket maka akan berpengaruh terhadap sprocket pasangannya khususnya teeth-nya, sehingga kinerja bucket secara keseluruhan juga terpengaruh. ”Saat ini tidak ada lagi gear sproket di 512 BE1 sehingga kasus tersebut juga tidak ada, jadi unbalance karena teeth gear aus menjadi nol”, kata Setyadi, Regu Servis PM. Finish Mill sambil menyebut ganti gear sprocket adalah jenis segmental rim.

Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut tim mengadakan penyempurnaan pada 512 BE1 secara keseluruhan. Diawali dengan modifikasi sproket lama dari double menjadi single, penyesuaian rasio putaran reducer, modifikasi shaft dan penggantian chain dan bucket secara menyeluruh. Akhirnya sejak Mei 2008 bucket tersebut berhasil running tanpa gangguan apapun  

Bahkan sampai saat ini, lebih dari setahun peralatan operasi tanpa gangguan apapun, ”Ada gangguan tapi bukan berasal dari peralatannya sendiri, yaitu coating di bucket yang  disebabkan oleh kondisi material, tapi saat ini jarang terjadi karena material yang masuk kadar airnya cukup rendah, maklum kemarau,” kata Gatot Triono, Regu Operasi Finish Mill saat dikonfirmasi tentang kehandalan peralatan, Selasa (30/6).

Perlu digaris bawahi disini dan yang membanggakan, modifikasi tersebut semuanya menggunakan peralatan eks (bekas), ”Yang baru hanyalah chain (rantai), bucket dan baut pengaitnya, yang spek-nya dengaja dibuat sama dengan chain dan bucket-bucket yang lain”, tambah Setyadi.  

Dengan modifikasi ini unsur interchangable components dikedepankan, artinya komponen-komponen di semua bucket bisa dipakai di bucket yang lain. Sehingga jika ada kerusakan pada salah satu komponen, spare-nya mudah didapatkan, karena spesifikasi komponen semua bucket dibuat sama. Jadi kekhawatiran tidak tersedia­­nya spare seperti sebelumnya bisa diminimalkan.  
Terkait dengan beberapa modifikasi yang dilakukan unit kerja dijajarannya Achmed Veival Istiadi, Kabag. Pemeliharaan Mesin, menga­takan bahwa hal ini dilakukan semata-mata untuk semakin meningkatkan perfor­man­­­ce dari setiap peralatan, sehingga meskipun pabrik sudah berumur di atas 10 tahun diharapkan akan bisa beroperasi seperti pabrik baru.

Sedangkan Greson Mahayati, Kasi. PM. Finish Mill, mengakui bahwa sejak perubahan ini ada peningkat­an pada performance peralatan tersebut secara keseluruhan. Bahkan frekuensi pengecekan bucket juga berkurang menjadi 1-3 bulan sekali seperti bucket-bucket yang lain. ”Padahal sebelumnya tiap minggu harus nyambangi karena seringnya terjadi baut kendor,” tambah Greson.  

Benar, improvement adalah solusi pintar yang saat ini sedang giat-giatnya dilaksanakan di seluruh unit kerja khususnya unit kerja di Pabrik Tuban. Karena seperti diketahui keberlangsungan operasi peralatan, hanya bisa dipertahankan dan ditingkatkan dengan improvement, sebagaimana yang sering diungkapkan Joko Sulistiyanto, Kadiv. Produksi Semen pada setiap kesempatan.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy