Sekretaris Perusahaan saat menerima piagam penghargaan peringkat 9 Indonesia’s Best Wealth Creators dari majalah Swa.
Sebuah prestasi kembali diraih Semen Gresik di tahun 2009. Setelah mampu menempati peringkat 15 tahun 2008 dalam penilaian Majalah SWA yang bekerjasama dengan Internasional Stern Stewart & Co Konsultan Manajemen, sebagai perusahaan terbaik yang mampu memberikan peningkatan kekayaan secara berkelanjutan bagi shareholdersnya. Di tahun 2009 ini, lembaga yang sama kembali menetapkan Semen Gresik masuk di peringkat 9 dari 100 perusahaan yang terpilih dalam SWA 100 Indonesias Best Wealth Creators. Sebagai bentuk apresiasi ini, tepatnya 26 Juni 2009 di Hotel Shangri La Jakarta dilakukan penyerahan penghargaan yang diterima Sekretaris Perusahaan Sunardi P.
Sebagai gambaran pada tahun 2008 dari 100 perusahaan terpilih ada 85 perusahaan yang dapat meningkatkan kekayaan pemegang saham, sedangkan tahun ini hanya 13 perusahaan yang memberikan peningkatan kepada pemegang saham, sisanya menjadi penghancur kekayaan pemegang saham. Hal ini mencerminkan krisis ekonomi masih berdampak pada dunia usaha, dan ini menunjukan bahwa 13 perusahaan tersebut (termasuk SG) sebagai the real wealth creators.
Penentuan pemeringkatan yang didasarkan pada formulasi metode penilaian WAI (wealth added index) yang mencerminkan kelebihan kekayaan yang dihasilkan di atas return minimal yang diharapkan investor oleh suatu perusahan, dan pengukuran kinerja dengan metode RWA (Relative Wealth Added) atau metode membandingkan secara relatif nilai tambah kekayaan perusahaan terhadap pemegang saham dengan nilai rata rata perusahaan sejenis (peer group) nya. Berdasarkan formula tersebut, Semen Gresik mendapat nilai WAI 2008 sebesar Rp 1,4 triliun dan RWA 2009 sebesar Rp 13,6 triliun. Penetapan 100 perusahaan tersebut didasarkan pada kapitalisasi pasar terbesar sejak tahun 2004 selanjutnya dihitung secara harian sampai dengan saat ini. Hasil dari pemeringkatan ini sering dijadikan acuan oleh investor atau pemegang saham dalam menilai sejauh mana pengelola perusahaan mampu meningkatkan kekayaannya.
Dalam kesempatan itu juga digelar talk show dengan nara sumber Direktur Utama Dwi Soetjipto bersama Renald Kasali dan Direktor Inco Tbk. Dwi Soetjipto dalam paparannya menyampaikan pentingnya peran leadership dalam mengelola sebuah perusahaan, terlebih perusahaan seperti SGG yang cukup unik dalam menghadapi situasi krisis seperti saat ini. Salah satu hal yang dapat menjawab tantangan ini yakni dengan meningkatkan sinergi sesama grup. Dengan sinergi ini, maka SGG bisa melakukan banyak hal terkait efisiensi, seperti dalam pola sinergi bidang produksi, pengadaan, penjualan dan sebagainya.
Sementara itu Sekretaris Perusahaan Sunardi P. menyampaikan, sebagaimana tahun lalu, pemeringkatan SWA 100, kali ini menggunakan metode WAI, namun kali ini juga memperkenalkan perusahaan publik terbaik Indonesia berdasarkan nilai RWA. Jika WAI merupakan indikator adanya kelebihan kekayaan yang dihasilkan di atas harapan pemegang saham, maka RWA adalah pengukuran kinerja berdasarkan pasar dengan cara membandingkan kinerja harga saham sebuah perusahaan terhadap perusahaan sejenis, dengan memperhitungkan saham-saham yang baru diperdagangkan dan tingkat risiko keuangan. ASEANs Best Wealth Creators Untuk memberikan penilaian yang lebih obyektif, penilaian atau peringkat juga dilakukan pada perusahaan sesuai sektor industrinya. SG yang masuk kategori sektor industri material menduduki peringkat ke 2 dari 14 perusahaan terpilih. Sementara dengan metode yang sama dalam ASEANs Best Wealth Creators, SG masuk dalam peringkat 4 dari 20 perusahaan terpilih di sektor industri material se Asia Tenggara berdasarkan kapitalisasi pasarnya.