PT Semen Gresik berkomitmen menjalin sinergi yang lebih baik dengan Pemkab Tuban terkait pembelanjaan dana corporate social responsibility (CSR). Penegasan itu kemarin (07/09/2011) disampaikan Dirut PT SG Dwi Soetjipto usai silaturahmi dengan Bupati Tuban Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein di Pendopo Kridomanunggal.
Menurut dia, dengan sinergi ini, diharapkan efektivitas penyaluran dan pelaksanaan dana CSR lebih baik dan tepat sasaran. "Tentu kita berpikir bupati dan pemkab yang lebih tahu untuk apa saja (CSR SG), "ungkap lulusan Fakultas Teknik Kimia ITS Surabaya ini. Dwi lantas memberikan gambaran, produk unggulan apa saja yang perlu disentuh. Begitu juga terkait program pemberdayaan masyarakat di ring I pabrik SG. SG tidak boleh punya program sendiri.
"Namun, harus kita match-kan dengan Pemkab," tandas Dwi didampingi lima direkturnya. Yakni, Ahyanizzaman (direktur keuangan), Suparni (direktur produksi), Bambang Sugeng SI (direktur SDM), Suharto (direktur litbang dan operasional), dan Erizal Bakar (direktur pengembangan usaha dan bisnis). Bupati Tuban Fathul Huda dalam pertemuan tersebut mengakui, pemkab tidak mungkin mengambil alih pengelolaan CSR. Hanya, dia meminta dana tersebut mampu mengcover pembentukan masyarakat yang produktif. Salah satunya di bidang peternakan.
Dalam kesempatan ini juga, Wabup Tuban Noor Nahar Hussein berkeluh kesah terkait minimnya sarana yang dimiliki RSUD dr R. Koesma Tuban. Menurut dia, RSUD tipe B ini belum memiliki peralatan medis CT scan dan MLA. Wabup juga membeber rendahnya kualitas Puskesmas Kerek. Sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat di sekitar pabrik SG, puskesmas ini tidak difasilitasi rawat inap. Karena itu, dia berharap dana CSR bisa meng-covernya.