Ajang Kompetisi Musik Paling Aksi dan Kreatif (KOMPAK) kembali digelar. Setelah sukses digelar di beberapa daerah di Jatim, kali ini giliran Surabaya menjadi jujukan kompetisi bagi kalangan anak muda yang tergabung dalam anggota Karang Taruna. Tepatnya di Balai Pemuda Surabaya, ajang kompetisi bagi kalangan kawula muda ini menetapkan penggunakan peralatan musik yang bebas dan murah meriah, asalkan tidak menggunakan peralatan musik yang berbau eletrik.
Tak mau kalah dengan daerah lain, kompetisi kali ini berlangsung selama 5 hari mulai 18 – 22 Mei 2009, antusias peserta tampak sekali dengan diikuti sebanyak 115 grup band Karang Taruna. Hasil audisi ini rencananya akan dipilih 3 grup band yang akan berlaga di grand final bertepatana HUT Semen Gresik ke 52 di Gresik.
Di ajang putaran 6 kompetisi ini, seperti biasanya setiap peserta wajib membawakan jingle Semen Gresik dan lagu pilihan dengan tidak dibatasi asal muasal musiknya. Peserta diberikan kebebasan dalam mengubah arasemen lagu yang dibawakan, dengan mengusung peralatan musik akustik tradisional non elekrik siapa yang ingin menjadi peserta bisa mengikuti dan beradu kebolehan masing-masing.
Seperti hal grup Klantink, grup Karang Taruna kecamatan Wonokromo ini, dengan segala kemampuan yang dimiliki mereka berhasil meraih juara I. Meski terbilang cukup pendek waktu untuk persiapan yang hanya 2 minggu, kerja keras dan ketekunannya ini tidaklah sia-sia. Sukses tampilnya grup dari anak-anak Bratang ini dapat terlihat dari awal permainan, musik yang dilantunkan cukup memukau setiap penonton yang menghadiri. “Dalam 2 minggu kami harus mengaransemen ulang 2 lagu jinggle Semen Gresik dan Gebyar – Gebyar milik almarhum Gombloh,” ungkap Devi salah satu personel Klantink. Meski dengan susah payah, mereka berhasil membuat aransemen yang cukup bagus untuk 2 lagu tersebut.
Ditunjang tim juri yang cukup profesional (salah satunya dari ISI Surakarta), KOMPAK menjadi sebuah pertarungan dalam ajang kemampuan yang bergengsi bagi kalangan pecinta seni musik khususnya anak muda Karang Taruna. Dengan 4 kreteria penilaian meliputi kekompakan, harmoni, penggunaan alat musik unik serta aransemen, setiap peserta harus mampu menampilkan dan menunjukan kemampuannya.
Dilihat dari antusiasme, kompetisi musik yang baru pertama kali di gelar SG, bahkan belum pernah di adakan oleh perusahaan manapun ini, Kepala Divisi Komunikasi Syaifuddin Zuhri mengatakan, cukup senang. Untuk itu pihaknya akan mengevaluasi berbagai masukan dari masyarakat maupun para peserta acara ini, termasuk banyaknya keinginan anak – anak muda ini untuk menjadikan KOMPAK SG sebagai agenda tahunan. “Kami akan mengevaluasi kembali acara ini,” kata Syaifuddin.
Digelarnya kompetisi bagi kalangan Karang Taruna menurut Faf Adisamsul, Kabag PBKL, saat ini aktivitas Karang Taruna di berbagai kota dan daerah mengalami penurunan. Kondisi inilah yang menjadi salah satu dasar bagi SG untuk memacu dan mengerakan kembali Karang Taruna untuk berbuat positif.
Di sisi lain KOMPOK juga menampung peserta dari anak jalanan dengan harapan dapat mengisi waktu luangnya dengan kegiatan seni yang positif dan dapat menjauhi dari dari narkoba.
Sebagai putaran terakhir KOMPAK SG akan digelar di Kota Pamekasan yang menurut rencana akan digelar tanggal Juni 2009. Setelah itu para pemenang dari masing – masing kota akan mengikuti grand final di Gresik yang akan berlangsung bulan Agustus 2009.