KOMPAK putaran terakhir yang diselenggarakan di Pamekasan, Madura pada Sabtu (6/6) menutup Kompetisi Musik antar Karang Taruna se Kabupaten di Jawa Timur ini dengan meriah, spektakuler dan menghibur.
Kemeriahan acara yang digelar di Gedung Serbaguna, Jalan Kabupaten, Pamekasan ini terlihat sejak awal babak audisi hingga final. Sebanyak 46 peserta grup musik yang berasal dari empat kabupaten yang ada di Pulau Madura, berlomba menjadi yang terbaik. Secara bergilir peserta melantunkan lagu wajib yakni jingle Semen Gresik dan lagu pilihan. Praktis, perhelatan spektakuler tersebut menjadi ajang hiburan tersendiri bagi warga kabupaten Pamekasan dan sekitar.
Ratusan warga terlihat tumpah ruah, guna menyaksikan penampilan para finalis yang sudah lolos dalam tahap sebelumnya. Bahkan, saat lagu dan musik beralun, para penonton sampai tak sadar diri untuk ikut bergoyang. Kemeriahan semakin bertambah saat penonton disuguhkan dengan penampilan 15 grup musik, yang dinyatakan lolos dan berhak tampil di babak final.
Akhirnya, rangkaian acara KOMPAK ditutup dengan penobatan dan pengumuman pemenang. Keluar sebagai juara I, grup musik Lancenk, asal Desa Barkot, Kecamatan Kota Pamekasan. Mereka berhak membawa pulang piala, piagam dan hadiah berupa uang tunai senilai Rp 6,5 Juta. Selanjutnya, juara II diraih grup musik Suramadu, dari Baru Barkot, Kecamatan Kota Pamekasan. Disusul oleh Kamuaku, dari kabupaten Sampang, sebagai juara III dan grup musik Anak Pantai, menjadi juara favorit.
“Para jawara tersebut berhak ikut dalam tahap selanjutnya dalam audisi di Semen Gresik. Mereka diberi kesempatan untuk tampil dalam malam puncak HUT Semen Gresik, Agustus mendatang. Bersama beberapa artis nasional yang juga diundang, serta mengikuti workshop dengan seniman musik kreatif,” tutur Faf Adisamsul Kabag PKBL.
Sementara itu, tiga dewan juri KOMPAK yang berasal dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, mengaku sangat terkesan dengan penampilan yang disuguhkan oleh para finalis. Corak musik yang ditampilkan tergolong kreatif dan atraktif, sehingga bisa menghasilkan buah karya yang maksimal. “Rata-rata penampilan mereka (seluruh finalis) bagus. Mereka yang menjadi pemenang, keunggulannya lebih kreatif dan atraktif, ” salah satu dewan juri, Gondrong Gunarto.
Akhirnya, dalam sebuah kompetisi tentu akan ada yang menang dan kalah. Bagi grup musik yang sebagai pemenang, diharapkan bisa untuk menjadi wakil yang terbaik dari Pulau Madura, sebaliknya bagi mereka yang kalah, tidak boleh patah semangat dan teruslah berkarya untuk kemajuan musik Indonesia.