HARI KOPERASI NASIONAL KE-64:
JAKARTA, 12 JULI 2011 – Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) yang bernaung di bawah PT. Semen Gresik (Persero), Tbk memperoleh penghargaan Tingkat Nasional, “Koperasi Award” dari Presiden RI pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-64 di Balai Sidang Istora Senayan Jakarta hari ini.
“Ini sangat membanggakan perseroan. Kami harapkan hal ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjadikan koperasi sebagai gerakan ekonomi kerakyatan." kata Direktur Utama PT Semen Gresik (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto
Ditambahkannya, kecenderungan ekonomi Indonesia saat ini yang mengarah ke kapitalis mengharuskan koperasi dihidupkan kembali. Fungsi dan peran koperasi untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional, harus dapat mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mampu menumbuhkembangkan perekonomian bangsa.
Terkait prestasi yang diraih oleh KWSG, menurut Dwi, pencapaian tinggi kinerja koperasi binaan BUMN Semen pelat merah ini, bukan semata-mata karena koperasi ini sudah melampaui masa yang cukup panjang. Namun, kuncinya ada pada kombinasi antara dukungan perusahaan, yakni PT Semen Gresik (Persero) Tbk, profesionalisme pengelolaan koperasi, dan partisipasi aktif anggota.
"Kombinasi inilah yang kemudian menjadi pondasi kokoh, yang memungkinkan kinerja bisnis koperasi menjulang tinggi.” tambahnya
Sementara itu, Ketua Pengurus KWSG, I Ketut Arsha Putra menyatakan, prestasi ini merupakan kebanggaan bagi Anggota KWSG, Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur, terlebih Manajemen PT. Semen Gresik (Persero), Tbk selaku Pembina dan Pelindung yang telah memberikan andil besar atas keberhasilan KWSG.
“Keberanian KWSG dalam melakukan inovasi seperti dalam hal pengembangan jaringan Toko Bahan Bangunan, Mini Market Modern, serta segmen usaha lainnya membuat koperasi ini menjadi salah satu pioner dalam usaha per-koperasian di Indonesia," katanya.
Berikut Sekilas Sejarah singkat dan usaha KWSG
Berdiri pada tanggal 29 Januari 1963, dengan nama “Koperasi Serba Usaha Karyawan Perusahaan Negara Semen Gresik”, kemudian pada tanggal 2 Nopember 1991 dilakukan perubahan nama menjadi “Koperasi Warga Semen Gresik” atau disingkat menjadi KWSG. KWSG merupakan koperasi di lingkungan PT. Semen Gresik (Persero), Tbk yang beranggotakan para karyawan tetap dan pensiunan 14 unit usaha di bawah Semen Gresik yang terdiri dari Anak Usaha, Lembaga Afiliasi, dan Lembaga Penunjang. Hingga saat ini jumlah keanggotaan KWSG telah mencapai 5819 orang.
KWSG merupakan koperasi serba usaha yang bergerak dalam bidang perdagangan barang dan jasa meliputi; simpan pinjam; pertokoan, percetakan, dan jasaboga; perdagangan bahan bangunan; perdagangan umum; dan ekspedisi. Lebih dari 82% aktivitas bisnis KWSG ada di Perdagangan Bahan Bangunan. KWSG juga melakukan penyertaan modal pada perusahaan yang berada pada anak perusahaannya. Usaha ini dilakukan dalam rangka sinergi antar anak perusahaan serta meningkatkan SHU bagi anggota.
Sebagai unit usaha, KWSG jeli dalam membaca peluang bisnis melalui Perdagangan Bahan Bangunan (PBB). Pada tahun 1999, KWSG menggarap distribusi semen yang belum tersentuh Semen Gresik di sebagian besar Jawa Tengah dan Jawa Barat. Saat ini, gerai distribusi Semen Gresik milik KWSG sudah tersebar di 7 kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta 7 kota di Jawa Barat, bahkan satu di antaranya masuk wilayah Jakarta. Untuk memaksimalkan fungsi gerai, KWSG berinisiatif menjalin kerja sama dengan sejumlah pabrik yang memproduksi berbagai produk bahan bangunan, sehingga produk yang didistribusikan gerai tersebut menjadi beragam, seperti, produk besi beton, keramik, asbes, board, cat, kitchen sink, compound dan produk lainnya siap didistribusikan ke 6000 toko-toko bahan bangunan yang menjadi jaringannya.
Unit usaha perdagangan umum pun terus berkembang dan bersinergi dengan unit PBB dan Ekspedisi. Unit ini mampu mengakses langsung 10 perusahaan, yang memproduksi berbagai barang. Mulai dari alat listrik sampai alat perkantoran. Dalam perkembangannya, KWSG juga menangani perdagangan bahan tambang, yaitu batu bara, gypsum, batu trass, batu kapur, dan fly ash. Sekam padi, juga diperdagangkan, untuk bahan alternatif pengganti batu bara. Pada 2010, unit usaha ini mencetak pendapatan Rp 73,12 milyar.
Di tengah-tengah pertumbuhan bisnis ritel modern skala minimarket yang sangat pesat, pada 2009 KWSG melakukan terobosan dengan meluncurkan minimarket V-mart, sebagai pengembangan unit toko. V-Mart dirancang sebagai jaringan minimarket modern, yang melayani anggota dan masyarakat luas. Selain dikelola sendiri, pengembangan jaringan gerai V-Mart juga dilakukan melalui kerja sama dengan pihak lain terutama koperasi yang berminat. Dalam menunjang kelancaran suplay dan pemenuhan barangnya, KWSG melalui V-Mart juga telah menjadi distributor dari produsen-produsen ternama seperti Johnson and Son, Cusson, dan produsen minyak goreng ternama di Indonesia.
Respons kalangan koperasi terhadap penawaran kerja sama mengelola gerai V-Mart, cukup bagus. Terbukti, sebagian besar gerai V-Mart yang sudah beroperasi sekarang ini, justru merupakan hasil kerja sama dengan koperasi lain, yaitu Koperasi Polres Gresik, Koperasi Depag Gresik, Koperasi PKN Jaya Tuban, dan PKPRI Sumenep, Madura. Satu gerai lagi di Purwodadi, merupakan hasil kerja sama dengan perorangan. Sedangkan gerai V-Mart milik KWSG sendiri ada dua, di Gresik dan Tuban.
Tahun 2010, KWSG kembali menambah unit usaha baru, yang bergerak di bidang distribusi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), dan event organizer (EO). Untuk bidang EO, koperasi mengibarkan nama khusus, yaitu Garis Communication. Selain itu, KWSG juga terlibat dalam beberapa proyek pembangunan strategis, antara lain pembangunan Pelabuhan Tanjung Mas, PLTU Tanjung Jati, dan pembangunan mercu suar.
Prestasi di tahun 2010 lalu, KWSG dapat membukukan pendapatan sebesar Rp 1.2 Triliun atau 101,96% dari pendapatan tahun 2009 sebesar Rp 1.167 Milyar. Sedangkan untuk Sisa Hasil Usaha (SHU) setelah pajak sebesar Rp 20,73 Milyar atau Rp 115,74 Milyar. Sedangkan total aset yang berhasil dihimpun, menyentuh angka Rp 417,951 Milyar. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya (2009), yang membukukan pendapatan Rp 1,1 Triliun, SHU Rp 17,911 Milyar, dan total aset Rp 352,023 Milyar. Pencapaian pertumbuhan ini berkat usaha yang dilakukan KWSG dalam menjaga pasar dan perluasan jaringan pemasaran.
Dari sisi keuangan KWSG mencerminkan kondisi yang cukup baik, hal ini terlihat dari kondisi rasio keuangan di tahun 2010 yang mendukung manajemen dalam mengambil langkah-langkah stratejik untuk pengembangan perusahaan. Total SHU yang dibagikan secara tunai kepada anggota atas kinerja tahun 2010 sebesar Rp 4,37 Milyar atau 123,71% dari realisasi tahun 2009 sebesar Rp 3,53 Milyar.