PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR) memprediksi penjualan semen perseroan pada 2010 akan tumbuh sebesar 5-6%. Ini didukung kebijakan pemerintah yang terus mendorong pertumbuhan pembangunan di bidang infrastruktur.
"Dengan adanya kebijakan debottlenecking oleh pemerintah, kami optimistis kondisi permintaan semen pada tahun depan akan membaik sehingga akan ada growth demand 5,5-6%," kata Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto dalam konferensi pers di sela acara Investor Summit di Jakarta, Kamis (3/12).
Dwi menjelaskan, pada September 2009, permintaan semen perseroan mengalami penurunan sekitar 4,9%. Sedangkan permintaan semen nasional pada 2009 diperkirakan cenderung mendatar dan kalaupun mengalami pertumbuhan hanya akan mencapai 1%.
Dwi mengungkapkan, pada 2012, kapasitas produksi perseroan akan naik menjadi sekitar 25 juta ton per tahun. Sedangkan kapasitas produksi pabrik semen perseroan saat ini baru mencapai sekitar 18,2 juta ton per tahun. "Penambahan kapasitas pada 2012 akan ditunjang dengan beroperasinya pabrik baru di Tuban dan Tonasa," ujarnya.
Saat ini, perseroan tengah mengerjakan pembangunan dua pabrik semen masing-masing berkapasitas 2,5 juta ton per tahun di Tuban, Jawa Timur, dan Pangkep, Sulawesi Selatan. SMGR juga akan membangun pembangkit listrik di lokasi pabrik Pangkep untuk keperluan listrik pabrik tersebut.
"Dana untuk pembangunan dua pabrik tersebut adalah sebesar US$670 juta. Sedangkan untuk powerplant senilai US$114 juta. Kami berharap pabrik di Tuban akan selesai pada 2011. Pabrik di Pangkep mudah-mudahan bisa jalan di 2012, sehingga total kapasitas pada akhir 2012 mencapai 25 juta ton," katanya.