Kebutuhan dana pembelian saham Semen Gresik milik Rajawali ditaksir Rp
400-500 miliar.
PT Danareksa (Persero) mengaku memiliki dana cukup untuk bisa mengeksekusi saham PT Semen Gresik Tbk yang ditawarkan PT Rajawali Corporation. Kebutuhan dana pembelian saham berkode SMGR itu ditaksir senilai Rp 400-500 miliar.
Seperti diketahui, Rajawali Corporation memutuskan untuk melepas kepemilikan sahamnya di Semen Gresik. Total saham yang dilepas mencapai 24 persen. Dari jumlah tersebut 1,25 persen dialokasikan untuk pemerintah.
"Untuk dana hanya Rp 500 miliar saham, kami bisa dari internal perusahaan," ujar Direktur Utama Danareksa Edgar Ekaputra usai diskusi media bertajuk Membedah Kinerja BUMN di Pasar Modal, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu 21 April 2010.
Menurut Edgar, pendanaan untuk pembelian saham Semen Gresik milik Rajawali hanya masalah kecil. Karena selain dari internal, Danareksa bisa saja menggunakan pendanaan dari luar.
Perseroan masih memiliki komitmen pinjaman dari lembaga keuangan senilai Rp 1-2 triliun.
"Kami bisa saja mengajak perusahaan lain untuk bergabung membeli saham Semen Gresik ini. Yang terakhir saya dengar, pembelian akan dilakukan bersama PPA (PT Perusahaan Pengelola Aset)," kata dia.
Kendati demikian, Danareksa mengaku hingga saat ini pihaknya masih menunggu dokumen resmi dari Kementerian BUMN perihal penunjukan Danareksa sebagai wakil pemerintah dalam pembelian saham Semen Gresik.
"Secara lisan memang sudah disampaikan, kini tinggal masalah administrasi," ujarnya.
Edgar juga mengatakan, pihaknya siap membeli tujuh persen saham divestasi 2010 PT Newmont Nusa Tenggara. Namun, pembelian tersebut dilakukan jika memang ada penunjukan dari pemerintah.
"Kami masih tunggu, itu domain pemerintah. Kalau memang ditunjuk pemerintah, kami siap," ujar dia.
Seperti diketahui, Newmont memiliki kewajiban untuk mendivestasikan saham sebesar tujuh persen untuk 2010 yang ditaksir mencapai US$ 444,08 juta.
Nilai saham tersebut lebih besar dibanding divestasi tahun sebelumnya sebesar US$ 246,8 juta.